Asuransi Jiwa RI Melesat: Klaim Surrender Anjlok, Ini Rahasianya!

Haluannews Ekonomi – Industri asuransi jiwa di Indonesia menunjukkan performa yang menggembirakan sepanjang tahun 2025, ditandai dengan peningkatan jumlah tertanggung serta penurunan signifikan pada klaim. Data terbaru mencatat total tertanggung asuransi jiwa melonjak 8,6% mencapai 168,03 juta orang. Di sisi lain, klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh asuransi jiwa mengalami penurunan 7,8%, sementara nilai klaim surrender atau penebusan polis asuransi jiwa anjlok 19% menjadi Rp 62,72 triliun.

COLLABMEDIANET

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Emira E. Oepangat, menyambut baik tren penurunan klaim surrender ini. Menurutnya, fenomena tersebut mengindikasikan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa dan kesehatan sebagai bentuk proteksi finansial jangka panjang. "Ini adalah sinyal positif yang sangat menggembirakan bagi keberlanjutan industri kami," ujar Emira.

Asuransi Jiwa RI Melesat: Klaim Surrender Anjlok, Ini Rahasianya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di tengah kabar baik tersebut, industri asuransi masih menghadapi tantangan pada rasio klaim asuransi kesehatan yang terus merangkak naik. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk lonjakan harga obat-obatan dan alat kesehatan (alkes), serta peningkatan benefit yang ditawarkan dalam produk asuransi kesehatan. Untuk mengatasi kondisi ini, AAJI menekankan pentingnya upaya pengendalian pada komponen yang dapat dikelola, seperti dugaan fraud atau kecurangan.

Emira menambahkan, dugaan fraud yang perlu diwaspadai meliputi pemalsuan data medis, tindakan medis yang tidak esensial, atau bahkan penggantian identitas pasien. Pengawasan ketat dan implementasi sistem yang lebih robust diharapkan mampu menekan potensi kerugian akibat praktik-praktik tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, AAJI juga menyoroti isu sensitif terkait 600 kasus mis-selling produk asuransi unit link. Isu ini menjadi perhatian serius industri untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan praktik pemasaran yang etis. AAJI berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat dan agen asuransi guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang, sekaligus memperkuat regulasi internal.

Ulasan mendalam mengenai kinerja dan strategi industri asuransi di Indonesia, termasuk tanggapan AAJI terkait kasus mis-selling asuransi unit link, telah dibahas dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Jumat, 10 April 2026, dengan Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar