haluannews.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang kontras pada perdagangan sesi pertama Rabu, 4 November 2026. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dan ditutup melemah, aliran dana asing justru menunjukkan tren positif dengan melakukan aksi beli bersih secara masif.

Related Post
Berdasarkan data pasar terbaru, IHSG tercatat merosot ke level 4.860,94. Penurunan ini setara dengan kehilangan 43,35 poin atau turun sebesar 0,88% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi pertama ini, aktivitas perdagangan berjalan cukup aktif dengan volume transaksi mencapai 148,83 juta lot, yang menghasilkan nilai transaksi total sebesar Rp5,36 triliun.

Menariknya, di tengah kondisi indeks yang memerah, investor asing justru menunjukkan optimisme dengan mencatatkan net foreign buy atau pembelian bersih sebesar Rp268,67 miliar. Data dari Stockbit Sekuritas memperjelas bahwa total nilai beli asing mencapai Rp2,12 triliun, sementara nilai jual asing berada di angka Rp1,86 triliun.
Sektor perbankan tetap menjadi primadona bagi investor asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar sebagai saham yang paling banyak diburu dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp117,43 miliar. Tak jauh berbeda, PT Bank Rakyat Indonesia (Persado) Tbk. (BBRI) juga masuk dalam radar belanja asing dengan nilai net buy sebesar Rp64,62 miliar.
Selain raksasa perbankan, sektor komoditas dan telekomunikasi juga turut menarik minat. PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp25,67 miliar, disusul oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) senilai Rp22,32 miliar. Menariknya, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) mencatatkan volume transaksi terbesar di antara jajaran saham yang diborong asing, dengan total pembelian bersih mencapai Rp15,54 miliar.
Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak diborong investor asing pada sesi pertama:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
- PT Timah Tbk. (TINS)
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA)
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)
- PT Petrosea Tbk. (PTRO)
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)
- PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK)
Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang justru mengalami tekanan jual besar-besaran oleh investor asing. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas dengan nilai net sell mencapai Rp67,64 miliar. Selain itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mengalami tekanan jual sebesar Rp15,05 miliar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen pasar secara keseluruhan sedang lesu, investor asing masih melihat peluang pada saham-saham tertentu yang dianggap memiliki fundamental kuat atau potensi pemulihan cepat. Para pelaku pasar kini tengah menantikan arah pergerakan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya.










Tinggalkan komentar