Alarm Ekonomi! Rupiah Terjun Bebas ke Rekor Terendah Baru

Alarm Ekonomi! Rupiah Terjun Bebas ke Rekor Terendah Baru

Haluannews Ekonomi – Mata uang Garuda kembali menunjukkan sinyal pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi Jumat (10/4/2026) ini. Tekanan jual yang masif membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi lebih dalam, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan mencatatkan rekor terendah baru yang mengkhawatirkan.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terkini dari Refinitiv yang dihimpun Haluannews.id, hingga pukul 09.47 WIB, rupiah tercatat terdepresiasi sebesar 0,18% dan bertengger di level Rp17.110/US$. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan setelah rupiah sempat menyentuh titik terendah baru sepanjang masa secara intraday di level Rp17.115/US$. Angka ini menandai rekor pelemahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perdagangan harian mata uang domestik.

Alarm Ekonomi! Rupiah Terjun Bebas ke Rekor Terendah Baru
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pergerakan rupiah pagi ini bak roller coaster. Sempat membuka perdagangan dengan optimisme, menguat tipis 0,09% ke level Rp17.065/US$, namun euforia tersebut hanya sesaat. Tak lama berselang, tekanan jual kembali mendominasi, menyeret rupiah berbalik arah dan terus terpuruk hingga menyentuh rekor terlemahnya.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang menjadi barometer kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, justru menunjukkan penguatan. Pada waktu yang sama, DXY tercatat naik 0,09% ke level 98,904. Penguatan dolar AS ini secara langsung membatasi ruang gerak mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Sentimen pasar global masih diselimuti ketidakpastian, menjadi faktor eksternal utama yang terus dicermati pelaku pasar. Arah pergerakan dolar AS yang cenderung menguat di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, menciptakan tekanan tambahan bagi mata uang lain.

Kewaspadaan tinggi juga terpancar dari pasar valuta asing global. Pelaku pasar masih menanti kepastian mengenai keberlanjutan gencatan senjata antara AS dan Iran. Pengumuman gencatan senjata sehari sebelumnya sempat memberikan sedikit angin segar dan menekan dolar AS, namun ketenangan pasar saat ini dinilai masih sangat rapuh. Setiap perkembangan geopolitik, sekecil apapun, berpotensi memicu volatilitas tinggi dan pergeseran sentimen pasar secara drastis. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra dari otoritas moneter dan fiskal dalam merumuskan kebijakan. Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi krusial di tengah gejolak global yang tak terduga.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar