Haluannews Ekonomi – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), BUMN pengelola kebun sawit, mengungkapkan rencana ambisius untuk menguasai pasar minyak goreng dan biodiesel dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan yang saat ini masih fokus pada produksi CPO (Crude Palm Oil) menargetkan produksi minyak goreng Minyakita pada 2026 dan biodiesel B100 pada 2029. Strategi ini merupakan bagian dari rencana pengembangan bisnis hulu-hilir yang terintegrasi.

Related Post
Direktur Utama Agrinas Palma, Agus Sutomo, menjelaskan strategi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (23/9/2025). Ia menyatakan bahwa perusahaan ingin beralih dari sekadar pemasok bahan baku menjadi pemain utama di industri pengolahan sawit. "Target kami, 2025 fokus CPO, 2026 masuk ke minyak goreng Minyakita, dan 2029 produksi biodiesel B100," tegas Agus.

Kolaborasi strategis dengan PalmCo, entitas PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, menjadi kunci keberhasilan rencana ini. Dengan dukungan pabrik pengolahan milik PalmCo, Agrinas Palma menargetkan penguasaan 30% pangsa pasar Minyakita nasional. Pasokan CPO akan berasal dari kombinasi produksi Agrinas Palma dan PTPN, dengan prioritas pasokan untuk memenuhi target tersebut. "Kelebihan CPO baru akan ditawarkan ke vendor lain," tambah Agus.
Namun, Agus memastikan bahwa setelah masuk ke bisnis biodiesel, seluruh CPO akan diproses sendiri untuk produksi Minyakita dan biodiesel. Langkah ini menunjukkan komitmen Agrinas Palma untuk mengoptimalkan nilai tambah dari produk sawit dan memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik. Arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk berkolaborasi dengan PalmCo semakin memperkuat langkah strategis ini. Keberhasilan Agrinas Palma dalam merealisasikan rencana ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri sawit nasional.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar