haluannews.id – Dunia keuangan global tengah digegerkan oleh kabar intervensi bersama antara Jepang dan Amerika Serikat di pasar valuta asing. Langkah dramatis ini diambil untuk membendung anjloknya nilai tukar yen yang sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam hampir empat dekade terakhir. Pengumuman resmi dari Tokyo mengenai aksi penyelamatan ini diperkirakan akan disampaikan pada awal pekan.

Related Post
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, dijadwalkan akan mengonfirmasi operasi kolektif ini pada Senin, 3 Agustus 2026. Menurut sumber internal pemerintah Jepang, intervensi ini krusial untuk menghentikan depresiasi yen yang dinilai sudah melampaui batas wajar terhadap dolar AS. Komitmen kedua negara untuk bersama-sama menjaga stabilitas mata uang juga akan ditekankan dalam pernyataan tersebut. Ketika ditanya mengenai kemungkinan pengumuman "aksi bersama" ini, salah satu pejabat secara singkat membenarkan, "Ya," seraya menambahkan bahwa operasi penyelamatan yen tersebut masih terus berjalan.

Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan tanggapan resmi, begitu pula Departemen Keuangan AS yang belum merespons permintaan komentar. Namun, jika benar, ini menandai intervensi gabungan pertama antara Jepang dan AS di pasar valuta asing sejak tahun 2011. Keputusan ini diambil setelah yen terperosok ke titik terendah terhadap dolar AS sejak tahun 1986. Informasi dari pelaku pasar menyebutkan, pemerintah Jepang secara aktif membeli yen dan menjual dolar selama sesi perdagangan di New York pada Kamis, 30 Juli 2026.
Intervensi ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Bank of Japan (BOJ) mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga acuan pada Jumat, 31 Juli 2026. Meskipun demikian, BOJ juga memberikan sinyal kuat mengenai potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Dukungan signifikan dari pemerintah AS juga terlihat jelas. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pekan lalu secara terbuka menyatakan bahwa nilai tukar yen "terlihat sangat di bawah nilai seharusnya".
Sebuah foto yang beredar dari rapat kabinet AS pada Jumat bahkan menunjukkan catatan pribadi Bessent yang secara eksplisit mencantumkan instruksi untuk "Beli Yen Jepang (JPY) US$5-10 miliar". Lebih lanjut, Departemen Keuangan AS pada hari yang sama juga telah menginformasikan kepada beberapa bank besar mengenai kemungkinan intervensi lanjutan di pasar yen, meminta mereka untuk bersiap menghadapi langkah-langkah berikutnya.










Tinggalkan komentar