Nabung Valas Meroket CIMB Niaga Untung Besar

Nabung Valas Meroket CIMB Niaga Untung Besar

haluannews.id – Tren menyimpan dana dalam mata uang asing atau valuta asing (valas) kini tengah melonjak tajam di Indonesia. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menjadi salah satu institusi keuangan yang merasakan dampak positif dari fenomena ini, seiring dengan peningkatan minat nasabah, terutama dari segmen kaya raya. Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga, Noviady Wahyudi, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan rekening valas sejalan dengan tren yang terjadi di seluruh industri perbankan.

COLLABMEDIANET

Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening dolar AS melonjak drastis hingga 185,5% secara tahunan per Juni 2026. Sejalan dengan itu, total nominal tabungan valas di seluruh perbankan juga tumbuh dua digit, mencapai Rp1.741,46 triliun atau naik 19,5% dalam setahun. Angka ini menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap aset valas semakin kuat.

Nabung Valas Meroket CIMB Niaga Untung Besar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di CIMB Niaga sendiri, Noviady Wahyudi mengungkapkan bahwa baik jumlah dana maupun rekening valas telah mengalami pertumbuhan lebih dari 20%. Kenaikan ini didorong oleh kemudahan bertransaksi melalui aplikasi mobile banking OCTO Mobile. "Aplikasi ini memungkinkan nasabah untuk memantau nilai kurs secara real-time dan bertransaksi dengan mudah," jelas Noviady. Keunggulan lainnya adalah fitur jaminan kurs, di mana CIMB Niaga akan membayar tiga kali lipat selisih jika nasabah menemukan harga yang lebih baik di tempat lain. Animo generasi muda untuk membeli valas juga menjadi faktor pendorong utama.

Pertumbuhan rekening valas di CIMB Niaga telah berlangsung konsisten selama dua tahun terakhir. Noviady menjelaskan, kebutuhan masyarakat akan valas semakin beragam, mulai dari keperluan perjalanan luar negeri hingga biaya pendidikan anak di luar negeri. Fluktuasi nilai tukar juga menjadi pemicu bagi sebagian orang untuk mengamankan aset mereka. Menariknya, pertumbuhan ini tidak hanya terpusat pada dolar AS, tetapi juga merambah ke mata uang lain seperti ringgit Malaysia, won Korea, dan yuan China, menunjukkan diversifikasi pilihan nasabah.

Terkait kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, yang mewajibkan penempatan DHE Sumber Daya Alam (SDA) 100% di bank-bank Himbara, Noviady memastikan dampaknya lebih terasa pada rekening valas non-ritel. "Untuk individu, animo tetap tinggi. Kebutuhan seperti biaya sekolah anak di luar negeri atau menghadapi fluktuasi nilai tukar tetap menjadi prioritas," pungkasnya. Aturan ini mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar