Haluannews Ekonomi – Pasar saham Indonesia dihebohkan dengan transaksi jumbo senilai Rp 32,4 triliun di saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Transaksi yang terjadi di pasar negosiasi ini melibatkan penjualan 298,9 juta saham dengan harga rata-rata Rp 108.000 per saham. Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai fasilitator penjualan, sementara broker asing dengan kode sekuritas YU dan CGS-CIMB Sekuritas Indonesia menjadi pihak pembeli.

Related Post
Aksi jual besar-besaran ini sempat membuat harga saham DSSA ambles ke level Rp 107.800, turun 1,37%. Namun, harga saham tersebut berhasil bangkit di akhir perdagangan, ditutup menguat 4,46% ke level Rp 114.150. Hingga saat ini, tujuan di balik transaksi raksasa ini masih menjadi misteri dan belum diungkapkan secara resmi.

Sepanjang tahun berjalan, saham DSSA telah mencatatkan kenaikan fantastis hingga 206,03%, dari level Rp 37.300 di awal tahun 2025. Berdasarkan data per 31 Agustus 2025, Franky Oesman Widjaja masih menjadi pengendali DSSA melalui PT Sinar Mas Tunggal, menguasai 59,9% saham. Sementara itu, publik memegang 20,4% saham, dan sisanya merupakan saham treasury.
Sebagai informasi tambahan, IHSG sendiri ditutup naik 0,53% di level 8.051,12 dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 69,48 triliun. Kapitalisasi pasar pun meningkat menjadi Rp 14.632 triliun. Kejadian ini tentu menarik perhatian pelaku pasar dan menimbulkan spekulasi mengenai potensi perubahan kepemilikan atau strategi bisnis di perusahaan tersebut. Haluannews.id akan terus memantau perkembangan selanjutnya dan memberikan informasi terbaru terkait transaksi ini.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar