Haluannews Ekonomi – Jagat kripto kembali dikejutkan dengan aksi seorang pria berinisial HS asal Bandung yang berhasil membobol situs jual beli mata uang kripto asal London, Inggris, markets.com. Aksi nekat ini mengakibatkan kerugian mencapai Rp 6,67 miliar.

Related Post
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan celah keamanan pada sistem situs tersebut. Kombes Andri Sudarmadi menjelaskan, HS membuat empat akun fiktif untuk melancarkan aksinya di platform yang berada di bawah naungan Vialto International United.

Modus operandi yang digunakan terbilang cerdik. Pelaku memanfaatkan anomali pada sistem input nominal fitur jual dan beli. Dengan demikian, platform markets.com secara otomatis memberikan nominal USD sesuai dengan angka yang diinput oleh pelaku dalam kolom deposit.
"Akibat perbuatan tersebut, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 6.673.440.000. Selanjutnya penyidikan melakukan penelusuran aliran dana serta akun-akun palsu milik pelaku sehingga pada akhirnya pelaku yang merupakan WNI dapat dilakukan penangkapan," ujar Andri, seperti dikutip Haluannews.id dari keterangan pers.
HS berhasil diringkus pada Sabtu (15/11). Diketahui, pelaku merupakan seorang distributor aksesoris dan perlengkapan komputer yang telah mengenal dunia kripto sejak tahun 2017.
Sejumlah barang bukti berhasil disita, di antaranya 1 unit laptop, 1 unit HP, 1 unit Cold Wallet berisikan 266.801 USDT (setara Rp 4.455.578.370), 1 ATM prioritas, 1 unit CPU, dan sebuah ruko seluas 152 m2 yang berlokasi di Bandung.
"Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar," tegas Andri. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku industri kripto untuk terus meningkatkan keamanan sistem dan mewaspadai potensi serangan siber.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar