haluannews.id – Pergerakan pasar modal tanah air kembali dikejutkan oleh aksi korporasi besar yang dilakukan oleh salah satu pemain utama di industri sekuritas. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dilaporkan melakukan aksi borong terhadap saham emiten milik Grup Bakrie, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Langkah agresif ini menarik perhatian para investor karena melibatkan nilai transaksi yang sangat fantastis dalam waktu yang relatif singkat.

Related Post
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Trimegah Sekuritas melakukan pembelian sebanyak 156,57 juta lembar saham ENRG pada tanggal 21 Oktober 2026. Transaksi ini dilakukan dengan harga Rp865 per saham, sehingga total dana yang dikucurkan mencapai angka Rp135,43 miliar. Aksi ini bukanlah yang pertama kalinya dalam periode waktu yang berdekatan, karena sebelumnya Trimegah juga telah menunjukkan minat besar terhadap saham energi tersebut.

Jika menilik catatan transaksi sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, Trimegah Sekuritas telah lebih dulu menyuntikkan dana sebesar Rp245,13 miliar untuk membeli 265 juta saham ENRG di harga Rp925 per saham. Rentetan pembelian ini menunjukkan adanya strategi khusus yang sedang dijalankan oleh pihak sekuritas dalam mengelola portofolio mereka, terutama pada sektor energi yang sedang menjadi sorotan.
Menariknya, pihak Trimegah menyebutkan bahwa transaksi pembelian saham ENRG ini dilakukan dengan skema reverse repo. Dalam dunia keuangan, reverse repo merupakan sebuah mekanisme transaksi di mana pihak pembeli sepakat untuk membeli kembali efek atau saham yang telah dibeli pada waktu dan harga yang telah ditentukan sebelumnya. Skema ini sering kali digunakan oleh institusi besar untuk mengelola likuiditas atau sebagai bagian dari strategi investasi jangka pendek maupun menengah yang terukur.
Dampak dari aksi borong ini sangat terasa pada struktur kepemilikan saham di ENRG. Setelah transaksi terakhir tersebut, total kepemilikan saham Trimegah Sekuritas di tubuh PT Energi Mega Persada Tbk melonjak signifikan. Jumlah saham yang dikuasai meningkat dari semula 3.700.194.922 saham menjadi 3.856.764.922 saham. Lonjakan jumlah kepemilikan ini secara otomatis memperkuat posisi tawar Trimegah di dalam perusahaan, di mana hak suara mereka naik dari 10,78% menjadi 11,24%.
Para analis pasar modal kini tengah mengamati apakah peningkatan kepemilikan ini akan membawa dampak positif bagi stabilitas harga saham ENRG di masa depan. Meskipun skema reverse repo memiliki karakteristik tersendiri, masuknya dana segar dalam jumlah besar dari sekuritas ternama seperti Trimegah biasanya menjadi sinyal kepercayaan pasar terhadap prospek emiten yang bersangkutan. Hingga berita ini diturunkan, pelaku pasar masih menunggu langkah strategis selanjutnya dari kedua belah pihak terkait hubungan investasi ini.










Tinggalkan komentar