Haluannews Ekonomi – Penentuan strata ekonomi masyarakat tak melulu soal angka pendapatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan Garis Kemiskinan (GK) sebagai pengeluaran minimum untuk kebutuhan pokok, baik makanan maupun non-makanan. Jika pengeluaran per kapita per bulan di bawah GK (Rp 595.242 per September 2024, naik 2,11% dari Maret 2024), maka seseorang dikategorikan miskin. Namun, ada indikator lain yang bisa menunjukkan posisi ekonomi seseorang, seperti yang diulas Haluannews.id berikut ini:

Related Post
-
Pekerjaan: Pekerjaan kerah biru (pelayan, sopir truk, dsb.) umumnya menunjukkan posisi ekonomi lebih rendah dibanding pekerjaan kerah putih (manajerial, spesialis). Meski profesi seperti guru atau IT bisa berada di kelas menengah, tergantung senioritas dan kualifikasi.
-
Tempat Tinggal: Kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan aman bisa jadi indikator ekonomi rendah. Akses terhadap lingkungan layak juga menjadi pertimbangan.
-
Pendidikan: Gelar sarjana umumnya diasosiasikan dengan kelas menengah. Akses pendidikan yang terbatas seringkali menjadi hambatan bagi kelas bawah. Biaya kuliah yang tinggi juga bisa menjadi penanda.
-
Tabungan & Investasi: Kemampuan menabung dan berinvestasi menunjukkan stabilitas keuangan. Kurangnya tabungan dan perencanaan pensiun bisa mengindikasikan kondisi ekonomi yang kurang baik.
-
Gaya Hidup: Kemampuan untuk liburan, makan di luar, atau membeli barang baru secara berkala menunjukkan adanya ruang dalam anggaran untuk hal-hal non-esensial. Keterbatasan anggaran untuk hal-hal tersebut bisa menjadi tanda ekonomi kelas bawah. Namun, pengelolaan keuangan yang baik tetap bisa membantu.

Kesimpulannya, determinasi kelas ekonomi bukan hanya soal angka, tetapi juga faktor pekerjaan, tempat tinggal, pendidikan, tabungan, dan gaya hidup. Refleksi diri terhadap poin-poin di atas dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar