haluannews.id – Kabar gembira datang dari sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Hingga April 2026, kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah ini menunjukkan lonjakan profitabilitas yang luar biasa, bahkan beberapa di antaranya mencatat pertumbuhan laba hingga ribuan persen. Pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi yang terukur dan transparan di tubuh BUMN.

Related Post
Data yang dihimpun haluannews.id pada Sabtu 27 Juni 2026, memperlihatkan sejumlah BUMN mampu mencetak pertumbuhan laba fantastis dalam periode April 2025 hingga April 2026. PT Pertamina (Persero) memimpin dengan kenaikan laba bersih sebesar Rp 11 triliun, mencapai Rp 24,9 triliun atau tumbuh 80 persen. Tak kalah cemerlang, PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil melipatgandakan labanya hingga 202 persen, dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 4,8 triliun.

Sektor perbankan juga menunjukkan performa impresif. PT Bank BTN (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan laba paling spektakuler, melonjak 1.339 persen dari Rp 100 miliar menjadi Rp 1,4 triliun. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan kenaikan laba Rp 2,5 triliun menjadi Rp 21,3 triliun (13 persen), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) naik Rp 2,8 triliun menjadi Rp 21,2 triliun (15 persen). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatat kenaikan 18 persen menjadi Rp 2,8 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) naik 6 persen menjadi Rp 7,2 triliun.
Beberapa BUMN lain berhasil bangkit dari keterpurukan. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang sebelumnya merugi Rp 981 miliar, kini berhasil membukukan keuntungan Rp 635 miliar berkat restrukturisasi dan dukungan modal dari DAM. PT LEN Industri (Persero) juga berbalik untung Rp 314 miliar dari sebelumnya rugi Rp 228 miliar. Demikian pula PT Kimia Farma Tbk yang dari rugi Rp 160 miliar menjadi untung Rp 108 miliar, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang berhasil meraih laba Rp 106 miliar setelah sebelumnya merugi Rp 66 miliar berkat transformasi bisnis.
Perusahaan investasi seperti PT Danareksa (Persero) berhasil mengubah rugi Rp 72 miliar menjadi untung Rp 43 miliar. PT Agrinas Pangan juga mencatat pembalikan signifikan dari rugi Rp 12 miliar menjadi untung Rp 465 miliar.
Selain itu, PT MIND ID mencatat kenaikan laba Rp 3,3 triliun menjadi Rp 14,1 triliun (31 persen), PT Pegadaian (Persero) naik Rp 2 triliun menjadi Rp 4,3 triliun (87 persen), dan PT Pelindo (Persero) melesat 169 persen dengan laba Rp 1,5 triliun. PT Hutama Karya (Persero) tumbuh 40 persen menjadi Rp 628 miliar, sementara PT ADHI Karya (Persero) Tbk mencatat kenaikan 667 persen menjadi Rp 69 miliar.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Injourney (Persero) yang naik 33 persen menjadi Rp 300 miliar, PT Sucofindo (Persero) naik 49 persen menjadi Rp 151 miliar, PT ID Survey (Persero) naik 10 persen menjadi Rp 265 miliar, dan PT Surveyor Indonesia (Persero) juga naik 10 persen menjadi Rp 78 miliar.
Keseluruhan capaian ini menegaskan bahwa strategi transformasi dan dukungan modal dari BPI Danantara telah berhasil mendorong BUMN menuju kinerja yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar.










Tinggalkan komentar