Terungkap Penyebab IHSG Menggila Hari Ini

Terungkap Penyebab IHSG Menggila Hari Ini

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG kembali membuat kejutan pada perdagangan Selasa ini. Sempat melesat lebih dari satu persen di awal sesi, indeks utama bursa saham Indonesia ini menunjukkan dinamika yang tak terduga, seolah menari di tengah ketidakpastian. Meskipun rupiah masih berjuang di level yang lemah, IHSG berhasil mengakhiri sesi pagi dengan penguatan signifikan.

COLLABMEDIANET

Setelah sempat menyentuh level 5.428, pergerakan indeks kemudian bergejolak hebat sebelum akhirnya bertengger di angka 5.391,47, mencatat kenaikan nyaris satu persen sekitar pukul 09.19 WIB. Fluktuasi tajam ini mengindikasikan bahwa pasar domestik masih dalam fase pencarian titik keseimbangan pasca tekanan jual besar yang melanda dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan tajam saat pembukaan lebih mencerminkan aksi borong saham murah atau bargain hunting ketimbang perubahan sentimen pasar secara menyeluruh.

Terungkap Penyebab IHSG Menggila Hari Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pendorong utama kenaikan IHSG pagi ini adalah saham-saham berkapitalisasi besar di luar sektor perbankan. Saham PT Telkom Indonesia Tbk TLKM menjadi lokomotif utama dengan kontribusi sekitar 24 poin terhadap indeks. Diikuti oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT PT Mora Telematika Indonesia Tbk MORA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA hingga PT Aneka Tambang Tbk ANTM yang turut menyumbang energi positif.

Namun ironisnya rebound pagi ini terjadi di tengah tekanan dari beberapa saham perbankan raksasa. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRI tercatat menjadi beban terbesar IHSG dengan kontribusi negatif sekitar 4,7 poin. Disusul oleh PT Bayan Resources Tbk BYAN PT Bank Mandiri Tbk BMRI serta PT United Tractors Tbk UNTR yang juga menjadi penghambat laju indeks. Fenomena ini mengisyaratkan bahwa investor mulai melirik valuasi saham-saham big caps non-perbankan yang dianggap menarik setelah terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan di sektor telekomunikasi ritel dan komoditas juga turut menopang sentimen pasar.

Salah satu pemicu utama penguatan TLKM adalah pengumuman dividen yang menarik. Perusahaan telekomunikasi plat merah ini akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 setara 123 persen dari laba bersih atau sejumlah Rp 21,9 triliun. Sekitar Rp 4,2 triliun dividen yang akan dibagikan diambil dari laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST dengan dividen tunai setara Rp 221 per saham. Jika dihitung berdasarkan harga penutupan kemarin TLKM menawarkan imbal hasil dividen sekitar sembilan persen yang sangat menggiurkan.

Di sisi lain angin segar dari luar negeri juga sedikit meredakan kekhawatiran investor. Meskipun rupiah masih berada di kisaran Rp 18.160 per dolar AS pelemahannya mulai terbatas. Kondisi ini sedikit mengurangi potensi tekanan lanjutan di pasar keuangan domestik. Meski demikian volatilitas diperkirakan masih akan tinggi sepanjang sesi. Ini terlihat dari pergerakan indeks yang sempat melonjak lebih dari 1,5 persen saat pembukaan namun kemudian cepat terkoreksi sebelum kembali menguat.

Secara keseluruhan kondisi pasar pagi ini cukup positif dengan 335 saham menguat 262 saham melemah dan 362 saham bergerak stagnan. Ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak hanya ditopang segelintir saham besar tetapi juga mulai diikuti oleh lebih banyak saham lainnya. Namun secara teknikal rebound IHSG pagi ini belum mampu membalikkan arah tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Indeks memang sempat melonjak tajam namun masih bergerak jauh di bawah area resistansi penting. Level 5.300 kini menjadi zona krusial yang akan dicermati pelaku pasar sebagai garis pertahanan utama setelah tekanan jual besar beberapa sesi terakhir.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar