Terungkap Pemicu Laba PTBA Melonjak 218 Persen

Terungkap Pemicu Laba PTBA Melonjak 218 Persen

haluannews.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil membukukan kinerja finansial yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan tambang batu bara milik negara ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,65 triliun, sebuah lonjakan fantastis sebesar 218% secara tahunan. Kenaikan signifikan ini menjadi bukti ketahanan dan strategi jitu perseroan di tengah dinamika pasar global.

COLLABMEDIANET

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba yang meroket ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Pemulihan operasional yang kuat pada kuartal kedua tahun 2026 menjadi salah satu pemicu utamanya. Selain itu, peningkatan volume penjualan ekspor yang signifikan, beriringan dengan tren kenaikan harga jual rata-rata batu bara di pasar internasional, turut menyumbang pada profitabilitas perusahaan.

Terungkap Pemicu Laba PTBA Melonjak 218 Persen
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara keseluruhan, PTBA juga sukses meraup pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun, tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Una Lindasari menegaskan bahwa kombinasi antara strategi penjualan yang adaptif dan program efisiensi biaya yang ketat menjadi fondasi utama dalam menjaga profitabilitas perusahaan. "Kinerja gemilang ini didukung penuh oleh pemulihan operasional di kuartal kedua, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara," ujarnya dalam sebuah paparan publik daring pada Senin (7/9/2026).

Penguatan harga batu bara global memang memberikan angin segar bagi PTBA. Indeks Newcastle tercatat naik 25%, sementara ICI 3 melonjak 15% secara tahunan. Kondisi ini secara langsung memicu kenaikan rata-rata harga jual (Average Selling Price/ASP) perseroan sebesar 10%, yang menjadi alasan fundamental di balik penguatan margin laba bersih. "Momentum penguatan harga batu bara global ini kami manfaatkan secara optimal melalui strategi penjualan yang fleksibel, dibarengi dengan program efisiensi untuk menjaga disiplin biaya," tambah Una.

Dari sisi operasional, PTBA berhasil memproduksi 19,45 juta ton batu bara, dengan total volume penjualan mencapai 21,1 juta ton. Pasar ekspor menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, naik 5% menjadi 10,33 juta ton, dengan tujuan utama meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, penjualan domestik tetap mendominasi dengan kontribusi 51% atau 10,77 juta ton.

"Pencapaian ini menjadi landasan kuat bagi perseroan untuk terus melanjutkan pertumbuhan, baik melalui penguatan bisnis inti maupun pengembangan sumber-sumber pertumbuhan baru," jelasnya.

Dalam upaya memperkokoh rantai pasok dan efisiensi logistik, perusahaan terus menggenjot pengerjaan Proyek Strategis Nasional jalur angkutan batu bara Tanjung Enim-Kramasan. Progres proyek ini kini telah mencapai 93%, didukung oleh komitmen pendanaan senilai Rp 3,56 triliun dari perbankan Himbara untuk meningkatkan kapasitas angkut secara terintegrasi.

Ke depan, PTBA memproyeksikan bahwa kontribusi dari lini bisnis diversifikasi dan hilirisasi akan menyumbang sekitar 20% terhadap total pendapatan dalam empat tahun mendatang. Selain inisiatif gasifikasi, perusahaan juga mengoptimalkan aset melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pasca tambang, yang saat ini total portofolionya telah mencapai 1,2 Mega Watt (MW).

"Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kami masih berada di kisaran 53 juta ton untuk tahun ini. Kami cukup optimistis bahwa kami bisa mencapai target RKAB kami sampai dengan akhir tahun, yaitu mendekati angka 50 juta ton," tutup Una Lindasari.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar