haluannews.id – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) baru saja mengantongi persetujuan krusial dari para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa lalu, manajemen RATU resmi diizinkan untuk melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau yang lebih dikenal dengan private placement. Langkah ini akan membuka jalan bagi penerbitan hingga 271.505.380 saham baru, setara dengan maksimal 10% dari total saham yang telah beredar dan disetor penuh di perusahaan.

Related Post
Suntikan modal segar ini direncanakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan, khususnya dalam membiayai kebutuhan modal kerja dan mendorong ekspansi bisnis, baik di level perseroan maupun grup. Meski ada potensi dilusi kepemilikan saham bagi investor lama hingga 9,09%, manajemen memastikan bahwa langkah ini tidak akan mengubah kendali atas perusahaan. Pihak manajemen RATU dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa keputusan ini secara tidak langsung akan mendongkrak nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Selain restu untuk PMTHMETD, RUPSLB juga menyetujui perubahan pada Pasal 4 Ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini terkait langsung dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor pasca-penerbitan saham baru. Jika seluruh saham baru diterbitkan, total modal ditempatkan dan disetor penuh RATU akan melonjak dari 2.715.053.800 saham menjadi maksimal 2.986.559.180 saham. Direktur Utama PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), Sumantri, menyoroti bahwa persetujuan dari para pemegang saham independen terhadap private placement ini adalah manuver strategis. "Langkah ini krusial untuk memperkokoh fondasi permodalan kami sekaligus membuka opsi pendanaan baru guna mendukung geliat ekspansi usaha Perseroan dan seluruh entitas grup," jelas Sumantri.










Tinggalkan komentar