haluannews.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK baru-baru ini mengumumkan bahwa pasar modal Indonesia telah membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai rintangan. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan perayaan 49 tahun aktifnya kembali pasar modal di Tanah Air.

Related Post
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiki, menyoroti kemajuan luar biasa yang dicapai sektor ini selama hampir lima dekade. Menurutnya, infrastruktur pasar modal Indonesia kini setara bahkan dalam beberapa aspek jauh melampaui negara lain. "Saya melihat sarana prasarana pasar modal kita tak kalah canggih dibanding lainnya, bahkan dalam beberapa hal kita jauh lebih unggul, seperti keberadaan SID ini sungguh luar biasa," ungkap Kiki dalam sambutannya di Gedung BEI Jakarta belum lama ini.

Kiki secara khusus menyoroti lonjakan jumlah Single Investor Identification SID yang kini telah mencapai lebih dari 30,27 juta investor. Angka ini menandai peningkatan yang sangat cepat, dengan hampir 50% penambahan SID baru dalam kurun waktu kurang dari delapan bulan di tahun ini. "Tentu saja angka ini bukan sekadar statistik pertumbuhan jumlah investor, melainkan merefleksikan adanya kepercayaan keyakinan dan harapan besar masyarakat Indonesia terhadap pasar modal nasional," jelas Kiki.
Menjaga integritas industri menjadi prioritas utama OJK bersama Self-Regulatory Organization SRO dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini krusial untuk mempertahankan kepercayaan investor yang selama ini menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan pasar modal domestik.
Selain dari sisi investor, Kiki juga menggarisbawahi kinerja penghimpunan dana di pasar modal yang tetap perkasa sepanjang tahun berjalan. Hingga saat ini, nilai akumulasi dana melalui pasar modal telah melampaui Rp123 triliun yang berasal dari 135 penawaran umum.
Daftar perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia BEI juga terus bertambah. Saat ini, jumlah emiten yang melantai di BEI telah mencapai lebih dari 962 korporasi. Kiki menegaskan bahwa semua pencapaian ini diraih di tengah gejolak global yang masih sarat tantangan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian ekonomi dunia belum mampu menghambat pertumbuhan sektor keuangan dan perekonomian domestik.










Tinggalkan komentar