haluannews.id – Perdagangan awal pekan Senin 10 Agustus 2026 menjadi hari yang kurang bersahabat bagi Indeks Harga Saham Gabungan IHSG. Setelah sempat menunjukkan optimisme di zona hijau pada sesi pembukaan, indeks kebanggaan bursa saham Indonesia ini justru menutup hari dengan koreksi tajam. IHSG berakhir di level 6.365,37, merosot 44,28 poin atau setara 0,69% dari penutupan sebelumnya.

Related Post
Fluktuasi pasar terlihat jelas sepanjang hari. IHSG sempat menyentuh puncak 6.462,74 sebelum akhirnya berbalik arah dan menyentuh titik terendah 6.362,76. Data perdagangan mencatat, sebanyak 306 saham berhasil menguat, namun 340 saham lainnya terpaksa melemah, sementara 317 saham sisanya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti. Total volume transaksi mencapai 45,25 miliar saham dengan nilai fantastis Rp18,09 triliun, yang tersebar dalam sekitar 2,60 juta kali transaksi.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi biang kerok utama yang menyeret IHSG ke zona merah. PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM menjadi penekan terkuat dengan sumbangan 9,39 poin. Disusul ketat oleh PT Barito Renewables Energy Tbk BREN yang membebani 6,12 poin, serta PT Bank Mandiri Persero Tbk BMRI dengan tekanan 3,69 poin.
Tidak hanya itu, PT Barito Pacific Tbk BRPT turut menambah beban sebesar 2,95 poin, sementara PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk SRAJ menyumbang tekanan 2,27 poin. Saham-saham lain yang juga menjadi pemberat signifikan antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA sebesar 2,14 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT 1,77 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk VKTR 1,39 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk PTRO 1,36 poin, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk MORA 1,04 poin.
Di tengah gempuran koreksi, beberapa saham masih mampu menunjukkan performa positif dan menjadi penopang. PT Sinar Mas Multiartha Tbk SMMA tampil sebagai penyelamat terbesar dengan kontribusi 3,37 poin. Diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA yang menyumbang 2,37 poin, dan PT United Tractors Tbk UNTR dengan 1,76 poin. Ada pula PT Arkora Hydro Tbk ARKO dengan 1,60 poin serta PT Garuda Indonesia Persero Tbk GIAA yang menambahkan 1,41 poin.
Pelemahan IHSG juga tercermin dari mayoritas sektor yang kompak berakhir di zona merah. Sektor utilitas menjadi yang paling terpukul dengan penurunan terdalam mencapai 2,61%. Kemudian diikuti sektor kesehatan yang terkoreksi 1,41% dan konsumer primer yang melemah 1,08%. Sektor teknologi juga tak luput dari tekanan, turun 0,72%, bahan baku melemah 0,60%, properti turun 0,36%, dan finansial terkoreksi 0,21%.
Meski pasar domestik lesu, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp393,71 miliar pada sesi pertama perdagangan. Total transaksi beli asing mencapai Rp3,32 triliun, sementara penjualan asing tercatat Rp2,93 triliun. Saham-saham yang paling banyak diburu investor asing di sesi I antara lain DSSA dengan net buy sekitar Rp216,46 miliar, MDKA Rp62,70 miliar, TINS Rp35,79 miliar, PSAB Rp30,20 miliar, dan BBCA Rp28,38 miliar. Sebaliknya, saham-saham yang paling banyak dilepas asing adalah TPIA dengan net sell sekitar Rp244,77 miliar, diikuti BMRI Rp212,57 miliar dan BBRI Rp97,13 miliar.










Tinggalkan komentar