Terungkap Alasan Gedung Telkom Disewa BGN

Terungkap Alasan Gedung Telkom Disewa BGN

haluannews.id – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pemanfaatan Graha Merah Putih (GMP) milik PT Telkom Indonesia Tbk oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dony menegaskan, proses pengalihan penggunaan gedung ini telah mengikuti kaidah pasar yang berlaku, semata-mata demi memaksimalkan nilai aset perusahaan.

COLLABMEDIANET

Dony menjelaskan, sebagai entitas publik, PT Telkom Indonesia Tbk tidak mungkin melakukan transaksi yang merugikan pemegang saham. Oleh karena itu, setiap kesepakatan bisnis, termasuk penyewaan gedung, wajib berlandaskan pada harga pasar yang kompetitif. "Ini yang paling penting. Jika kami memiliki gedung yang tidak terpakai optimal, tentu harus kami manfaatkan sebaik mungkin," ujarnya saat ditemui di area Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, baru-baru ini.

Terungkap Alasan Gedung Telkom Disewa BGN
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa seluruh prosedur penggunaan Graha Merah Putih oleh BGN merupakan bagian dari transaksi bisnis yang lumrah. Ia menambahkan, jika ada aset properti yang tidak produktif, biaya perawatan dan pajak bumi dan bangunan (PBB) akan terus membebani. "Daripada tidak efektif, lebih baik dioptimalkan. Proses ini juga sudah melalui kajian mendalam oleh Telkom," tegasnya.

Sebagai pengelola BUMN, Danantara sepenuhnya mendukung langkah bisnis ini. Dony menilai, sudah saatnya BUMN di Indonesia lebih efisien dalam pengelolaan properti. "Kami di dewan Danantara akan terus mendorong optimalisasi aset. Cukup sudah dengan pemborosan aset yang berlebihan, gedung di sana-sini tapi tidak produktif. Semua aset harus dimonetisasi, namun tentu dengan melewati proses yang transparan dan bebas dari konflik kepentingan, mengingat Telkom adalah perusahaan terbuka," ungkapnya.

Dony juga memastikan bahwa BGN hanya berstatus sebagai penyewa gedung Telkom. Bahkan, ia mendengar bahwa harga sewa yang disepakati BGN dengan Telkom berada di atas nilai pasar. "Ini poin krusialnya, harga sewa justru lebih tinggi dari yang berlaku di pasaran," imbuh Dony.

Mengenai nasib karyawan Telkom yang sebelumnya berkantor di Graha Merah Putih, Dony memastikan bahwa perseroan telah menyiapkan lokasi kerja baru yang layak. "Tidak mungkin karyawan dipindahkan tanpa persiapan. Gedung pengganti sudah diperhitungkan. Kami senantiasa memastikan bahwa seluruh elemen perusahaan, termasuk karyawan, berada dalam kondisi yang mendukung kinerja optimal demi kesehatan perusahaan secara keseluruhan," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar