haluannews.id – Jakarta – Jagat bisnis hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan kabar mundurnya Grandy Prajayakti dari kursi direktur PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). Emiten milik pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini akhirnya buka suara menanggapi pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), menegaskan bahwa keputusan Grandy murni didasari alasan pribadi, bukan karena gejolak internal perusahaan.

Related Post
Dalam surat tanggapan resminya kepada BEI, manajemen RANS menjelaskan bahwa pengunduran diri Grandy merupakan pilihan personal yang diambil tanpa adanya perselisihan atau konflik dengan pihak mana pun, baik itu jajaran direksi, dewan komisaris, maupun para pemegang saham. Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar di publik.

RANS juga membantah keras rumor yang menyebutkan bahwa rencana pengunduran diri ini sudah diketahui sejak proses penawaran umum perdana saham (IPO) berlangsung. Menurut perusahaan, selama penyusunan prospektus hingga pencatatan saham di Bursa, tidak pernah ada pembahasan atau indikasi mengenai niat Grandy untuk hengkang. Surat pengunduran diri Grandy baru diterima perseroan pada tanggal 22 Juli 2026.
Meskipun kehilangan salah satu direkturnya, emiten dengan kode saham RANS ini menyatakan belum berencana menunjuk pengganti dalam waktu dekat. Struktur direksi yang ada saat ini dianggap masih memenuhi ketentuan minimal bagi perusahaan terbuka, yakni terdiri dari satu direktur utama dan dua direktur.
Tugas dan tanggung jawab yang sebelumnya diemban Grandy akan didistribusikan kepada direktur utama dan direktur lainnya, sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan. RANS juga memastikan bahwa strategi bisnis serta target yang telah dipaparkan saat IPO akan tetap berjalan sesuai rencana tanpa hambatan.
Tidak hanya di RANS, Grandy juga dipastikan tidak lagi menjabat sebagai direktur di PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina) serta sejumlah entitas anak dan afiliasi perusahaan. Posisi-posisi tersebut nantinya akan diisi oleh pihak lain melalui mekanisme yang berlaku. Perusahaan menegaskan perubahan ini tidak akan memengaruhi rencana akuisisi Slavina maupun proses pengambilan keputusan di entitas anak.
Manajemen RANS lebih lanjut menegaskan bahwa pengunduran diri Grandy tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan, tata kelola, pencapaian rencana bisnis, maupun penggunaan dana hasil IPO. Seluruh kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal dan didukung oleh manajemen serta tim yang solid. Oleh karena itu, RANS tidak memandang perlu adanya langkah mitigasi khusus terkait pengunduran diri tersebut.
Hingga saat ini, RANS juga menyampaikan belum memiliki rencana perubahan susunan direksi maupun dewan komisaris lainnya, selain yang telah diumumkan dalam publikasi resmi pada 24 Juli 2026. Tidak ada informasi material lain yang perlu diketahui investor terkait keputusan Grandy untuk mengakhiri masa tugasnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, telah mengonfirmasi bahwa perusahaan menerima surat permohonan pengunduran diri Grandy pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan alasan pribadi.










Tinggalkan komentar