Terkuak! Penyebab IHSG Merah Membara Usai Pidato Prabowo

Terkuak! Penyebab IHSG Merah Membara Usai Pidato Prabowo

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi, menutup sesi perdagangan pertama hari Rabu (20/5/2026) dengan koreksi 0,6% ke level 6.332,18. Pergerakan pasar yang bak roller coaster ini dipicu oleh sentimen domestik yang kuat, khususnya respons investor terhadap pidato penting Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

COLLABMEDIANET

Data dari Haluannews.id mencatat, sebanyak 521 saham terpantau melemah, jauh melampaui 165 saham yang berhasil menguat, sementara 128 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai, dengan volume mencapai 27,55 miliar lembar saham senilai Rp 13,67 triliun, yang ditransaksikan dalam 1,6 juta kali frekuensi.

Terkuak! Penyebab IHSG Merah Membara Usai Pidato Prabowo
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebelumnya, optimisme sempat menyelimuti bursa saat IHSG melesat 1% ke level 6.430,97, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun, euforia tersebut berbalik arah drastis. Pasar merespons negatif pengumuman Presiden terkait kebijakan ekspor satu pintu untuk sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit. Bahkan, IHSG sempat anjlok nyaris 2,5% tak lama setelah inisiasi pembentukan badan ekspor milik BUMN diumumkan, sebelum akhirnya terpangkas signifikan di akhir sesi pertama.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral terpantau melemah. Sektor infrastruktur dan barang baku menjadi kontributor terbesar terhadap pelemahan IHSG. Di sisi lain, sektor teknologi dan finansial menjadi sedikit penopang yang masih mampu mencatatkan penguatan.

Dampak kebijakan baru ini terasa kuat di sektor pertambangan. Saham-saham emiten tambang, khususnya batu bara, kompak "rontok" akibat kekhawatiran akan implementasi aturan tersebut. Emiten emas juga tak luput dari tekanan. Menariknya, di tengah ambruknya sektor batu bara secara berjamaah, saham emiten batu bara BUMN, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), justru mampu menguat lebih dari 5% pada perdagangan hari ini. Sementara itu, beberapa emiten yang menjadi pemberat utama kinerja IHSG meliputi BREN, TPIA, BRPT, AMMN, dan BYAN.

Selain sentimen domestik, pelaku pasar juga menantikan agenda penting dari Bank Indonesia (BI). Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang akan diumumkan pada Rabu siang ini (20/5/2026) menjadi fokus utama. Keputusan BI sangat krusial, terutama di tengah tekanan berat yang masih membayangi nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar keuangan domestik.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar