Terkuak! Krisis Selat Hormuz Bawa Berkah Tak Terduga Bagi Elnusa

Terkuak! Krisis Selat Hormuz Bawa Berkah Tak Terduga Bagi Elnusa

Haluannews Ekonomi – Gejolak geopolitik di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak mentah global justru dipandang sebagai katalis positif oleh PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten penyedia jasa energi terintegrasi. Perusahaan melihat potensi signifikan peningkatan aktivitas di sektor hulu migas domestik, yang pada gilirannya akan mendongkrak permintaan terhadap layanan penunjang industri.

COLLABMEDIANET

Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan jalur strategis Selat Hormuz, telah menjadi sorotan utama pasar energi dunia. Selat yang vital ini, yang menjadi arteri bagi sekitar 20% pasokan minyak global, dilaporkan mengalami eskalasi menyusul insiden antara Iran dengan kekuatan AS-Israel. Kondisi ini secara langsung memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dan mendorong harga komoditas energi melonjak tajam.

Terkuak! Krisis Selat Hormuz Bawa Berkah Tak Terduga Bagi Elnusa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, dalam sebuah sesi media briefing di Jakarta pada Kamis (5/3/2026), menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia secara fundamental mengubah kelayakan ekonomi sejumlah lapangan migas. "Dengan kenaikan harga minyak dan apabila kemudian harga ini menjadi sustainable daripada level harga yang baru ini akan membuka peluang dilakukan eksplorasi-eksplorasi maupun eksploitasi di lapangan-lapangan yang selama ini mungkin cukup marginal bagi rekan-rekan yang berada di upstream bisnis," ujar Nelwin. Ia menambahkan, fenomena ini sangat relevan bagi Indonesia, di mana banyak lapangan memiliki biaya produksi yang relatif tinggi, sehingga kenaikan harga menjadi insentif kuat untuk pengembangan.

Peningkatan intensitas kegiatan di sektor hulu tersebut, lanjut Nelwin, secara otomatis akan memicu peningkatan kebutuhan akan berbagai layanan penunjang industri migas. Mulai dari pengeboran (drilling), survei seismik, hingga layanan pendukung lainnya. "Harapan kami, jika kegiatan eksplorasi dan eksploitasi ini meningkat, dengan peningkatan harga minyak yang berkelanjutan, kebutuhan akan services seperti drilling, seismic survey ini juga akan meningkat. Tentunya ini akan berimbas positif pada peningkatan kegiatan usaha yang ada di Elnusa dan mungkin juga di beberapa anak perusahaan," tegas Nelwin, optimistis.

Lebih lanjut, Nelwin menggarisbawahi bahwa kondisi ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat upaya peningkatan produksi minyak domestik. Langkah ini krusial untuk menekan ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional, mengingat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya cukup untuk sekitar 20-23 hari. "Ketergantungan kita akan impor minyak mentah dapat sedikit banyak digantikan sebagian dari dalam negeri dengan peningkatan lifting di Indonesia. Dan tentunya jika ini terjadi, ini juga akan berdampak positif kepada kegiatan Elnusa di mana kita banyak melakukan kegiatan-kegiatan baik dari upstream maupun di services yang ada di Indonesia," pungkas Nelwin, menegaskan peran strategis Elnusa dalam mendukung ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar