Haluannews Ekonomi – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) bersiap melancarkan manuver strategis di pasar modal dengan rencana pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Tak tanggung-tanggung, dana yang dialokasikan untuk aksi korporasi ini mencapai maksimal Rp750 miliar. Keputusan ini diambil setelah manajemen INTP mengidentifikasi bahwa valuasi saham perseroan saat ini berada di bawah nilai intrinsiknya, atau kerap disebut undervalued.

Related Post
Berdasarkan informasi yang dihimpun Haluannews.id dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari total modal disetor. Pelaksanaan ini juga mengasumsikan penarikan saham treasury sebanyak 84.529.400 lembar telah mendapatkan persetujuan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Manajemen INTP dalam keterangannya pada Rabu (15/4/2026) menegaskan keyakinannya terhadap kondisi fundamental perseroan. "Manajemen berkeyakinan bahwa saham Perseroan saat ini sedang undervalued. Pembelian kembali saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan memperbaiki persepsi pasar terhadap perseroan yang saat ini masih dalam posisi net-cash. Manajemen sangat yakin dengan prospek masa depan Perseroan," demikian pernyataan resmi INTP.
Sumber dana yang akan digunakan untuk buyback ini sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan. Manajemen memastikan bahwa alokasi dana ini bukan hasil penawaran umum, pinjaman, atau utang dalam bentuk apapun. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keuangan, karena dipastikan tidak akan mempengaruhi kemampuan Perseroan secara signifikan dalam memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo.
Kondisi permodalan dan arus kas Perseroan saat ini dinilai sangat sehat dan memadai untuk membiayai seluruh kegiatan usaha, operasional, belanja modal, serta pelaksanaan pembelian kembali saham. Diharapkan, aksi korporasi ini akan memberikan tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham INTP dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya.
Untuk memuluskan rencana strategis ini, INTP akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 21 Mei 2026. Apabila disetujui, pelaksanaan pembelian kembali saham akan berlangsung paling lama 12 bulan, diperkirakan mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.
Perseroan juga menambahkan bahwa pelaksanaan buyback dapat dihentikan lebih awal jika dana yang dialokasikan telah habis atau jumlah saham yang ditargetkan telah terpenuhi, dengan tetap menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik. Manajemen menjamin bahwa pelaksanaan buyback saham ini tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan Perseroan dan tidak memberikan dampak negatif atas biaya pembiayaan, mengingat sumber dana yang digunakan adalah internal.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar