TERKUAK Bos Taspen Ungkap Skandal Bank Mantap

TERKUAK Bos Taspen Ungkap Skandal Bank Mantap

haluannews.id – Direktur Utama PT Taspen Persero Rony Hanityo Aprianto akhirnya angkat bicara mengenai kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang mengguncang kantor cabang Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap di Purwokerto Jawa Tengah. Rony menegaskan bahwa pihak Bank Mandiri Taspen kini tengah berupaya keras menemukan solusi terbaik guna mengembalikan seluruh dana nasabah yang terdampak.

COLLABMEDIANET

"Kami sedang mencari skema paling tepat untuk mengembalikan kerugian nasabah. Kasus ini masih dalam proses penanganan," jelas Rony saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta pada Rabu 8 Juli 2026.

TERKUAK Bos Taspen Ungkap Skandal Bank Mantap
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rony menjelaskan bahwa keterlibatan Taspen dalam Bank Mandiri Taspen hanya sebatas sebagai pemegang saham. Meskipun demikian ia memastikan bahwa kasus ini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. "Bank Mandiri Taspen adalah entitas terpisah meskipun ada dua pemegang saham utama yaitu Bank Mandiri dan Taspen. Kami menyerahkan penanganan kasus ini kepada mereka dan sudah diteruskan ke aparat penegak hukum. Pelaku sudah diamankan dan ditahan," tambahnya.

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan OJK juga telah memanggil jajaran direksi Bank Mantap untuk meminta klarifikasi mendalam terkait insiden penipuan investasi ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen PEPK OJK Dicky Kartikoyono mengungkapkan bahwa pelaku utama diduga adalah seorang eks pegawai bank tersebut.

"OJK telah memanggil Direksi Bank Mantap untuk meminta penjelasan serta melakukan investigasi lebih lanjut mengenai jumlah korban nilai kerugian dan langkah pendampingan kepada nasabah terdampak," ujar Dicky dalam konferensi pers virtual pada Selasa 7 Juli 2026.

Di sisi lain Corporate Secretary Bank Mantap Tulus Parulian menegaskan komitmen perusahaan untuk menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Bank Mantap juga telah mengambil langkah aktif dalam menangani pengaduan dari sejumlah nasabah di wilayah Purwokerto.

"Bank Mandiri Taspen tidak akan menoleransi tindakan yang mencederai integritas dan nilai-nilai luhur perusahaan. Ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap tata kelola perusahaan yang baik atau GCG," tegas Tulus dalam pernyataan resminya yang dikutip Senin 8 Juni 2026.

Tulus menambahkan bahwa Bank Mandiri Taspen telah memberikan sanksi tegas berupa pemecatan tidak hormat terhadap oknum mantan karyawan yang terlibat dalam tindakan penipuan investasi fiktif yang bukan merupakan produk resmi bank. Pihak bank juga telah menyerahkan sepenuhnya proses penindakan pelaku kepada aparat penegak hukum.

Hasil investigasi internal Bank Mandiri Taspen menunjukkan bahwa tindakan oknum mantan pegawai tersebut merupakan inisiatif pribadi. Pelaku menawarkan investasi ilegal dengan memalsukan dokumen untuk mengelabui para nasabah pensiunan.

"Bank mengimbau nasabah agar selalu memastikan setiap transaksi dan penempatan dana dilakukan melalui saluran resmi bank. Bank Mandiri Taspen tidak memiliki produk investasi sebagaimana yang beredar dalam pemberitaan," jelas Tulus.

Sebagai pihak yang turut menjadi korban dan dirugikan dalam kasus ini Bank Mandiri Taspen berkomitmen untuk menangani kasus ini secara tuntas transparan dan sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Bank Mandiri Taspen akan terus hadir mendampingi nasabah terdampak hingga seluruh proses ini selesai. Nasabah yang membutuhkan bantuan dapat langsung mendatangi posko yang telah kami siapkan di Kantor Cabang Purwokerto atau menghubungi Mantap Call 14024," pungkas Tulus.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar