haluannews.id – Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Bambang Ismawan, dengan penuh keyakinan mengungkapkan proyeksi gemilang perusahaan untuk tahun 2026. PTBA tidak hanya membidik pencapaian target produksi batu bara yang fantastis, namun juga tengah menyiapkan strategi diversifikasi bisnis yang berani, jauh melampaui sekadar penjualan komoditas tambang.

Related Post
Bambang Ismawan menegaskan bahwa PTBA optimis mampu mencapai produksi hingga 48 juta ton batu bara pada tahun 2026. Di samping itu, perusahaan juga memegang teguh komitmennya untuk memenuhi kewajiban Pasokan Domestik (DMO) sebesar 50% dari total produksi. Langkah ini krusial demi menopang kebutuhan energi nasional dan menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.

Lebih dari itu, PTBA sedang gencar mendorong ekspansi bisnis di luar inti pertambangan batu bara. Menjelang akhir tahun 2026, PTBA tidak hanya fokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga bertekad kuat untuk mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu inisiatif strategisnya adalah transisi masif ke penggunaan kendaraan tambang bertenaga listrik, menandai komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional.
Strategi komprehensif PTBA dalam menjaga sekaligus mengembangkan bisnis batu bara dan diversifikasi ini sempat dibahas mendalam. Ulasan lengkap mengenai visi dan misi PTBA tersebut tersaji dalam program Closing Bell di haluannews.id, dalam sebuah diskusi eksklusif bersama Mercy Widjaja dan Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Bambang Ismawan, pada Jumat, 4 September 2026.










Tinggalkan komentar