Rahasia Bio Farma Bertahan dan Terus Berkembang

Rahasia Bio Farma Bertahan dan Terus Berkembang

haluannews.id – Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, baru-baru ini membeberkan perjalanan transformatif perusahaan farmasi plat merah tersebut. Sejak terbentuknya Holding Pharmacy Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2020, Bio Farma sempat dihadapkan pada tantangan besar. Dunia, termasuk Indonesia, kala itu sedang berjuang melawan pandemi COVID-19, dan Bio Farma pun turut serta dengan fokus utama pada pengadaan vaksin.

COLLABMEDIANET

"Proses transformasi ini terus berjalan di tengah kesibukan penanganan pandemi. Setelah Holding Pharmacy resmi terbentuk di tahun 2020, dan sepanjang 2021 hingga 2022 kita masih berkutat dengan isu COVID-19. Oleh karena itu, mulai tahun 2023, fokus kami beralih untuk lebih intens menata ulang organisasi ini," jelas Shadiq dalam sebuah wawancara dengan haluannews.id.

Rahasia Bio Farma Bertahan dan Terus Berkembang
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurutnya, dahulu Bio Farma berada di bawah naungan BUMN, namun kini berada di bawah entitas Danantara. Saat itu, jajaran BUMN sepakat bahwa langkah krusial yang harus diambil adalah transformasi menyeluruh, termasuk merumuskan kembali orientasi bisnis guna memperkuat fundamental perusahaan. Selain itu, restrukturisasi keuangan juga menjadi agenda penting. "Kedua aspek ini, baik di industri farmasi maupun di perusahaan-perusahaan di bawah Bio Farma, memang sedang menghadapi upaya yang cukup berat," tegasnya.

Shadiq tidak menampik adanya persoalan finansial yang mendera kala itu. Ia menekankan bahwa tanpa perbaikan fundamental, hasil yang diharapkan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, Bio Farma meluncurkan dua program utama untuk reorientasi bisnisnya.

Program pertama berpusat pada peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional. Sementara program kedua bertujuan mencari model bisnis baru yang lebih efektif dan efisien, dengan harapan dapat menghasilkan pemasukan yang berkelanjutan untuk menopang korporasi.

"Kami juga melakukan pendekatan intensif dengan para kreditur untuk melakukan restrukturisasi. Selain itu, injeksi modal dan pinjaman pemegang saham juga menjadi kebutuhan mendesak. Kami berupaya keras dalam restrukturisasi keuangan ini. Dari sisi holding, kami melakukan berbagai langkah pembiayaan," paparnya.

Shadiq menambahkan, pihaknya turut memanfaatkan berbagai instrumen finansial lain seperti pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) dan pembiayaan proyek (project financing) guna memperkuat modal kerja perusahaan. Hingga kini, Bio Farma tetap aktif mendistribusikan vaksinnya ke berbagai penjuru dunia, bekerja sama dengan institusi global seperti UNICEF, Pan American Health Organization (PAHO), dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi), serta melalui kemitraan bilateral dengan negara-negara tujuan ekspor.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar