Haluannews Ekonomi – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan pertumbuhan tabungan di perbankan nasional masih akan lesu. Proyeksi ini tertuang dalam laporan Indikator Pasar Keuangan Juni 2025 yang dirilis LPS.

Related Post
Perlambatan ini dipicu oleh potensi penurunan suku bunga simpanan rupiah, sebagai imbas dari kebijakan pelonggaran moneter Bank Indonesia (BI) dan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS. Selain itu, kebijakan suku bunga dari bank sentral utama global juga akan mempengaruhi besaran penurunan suku bunga simpanan valas.

LPS menjelaskan bahwa pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melambat sejalan dengan ekspansi kredit yang juga melambat. Kondisi ini, ditambah dengan persaingan antar bank untuk mempertahankan pangsa pasar dan deposan, berpotensi menekan tingkat suku bunga simpanan individual.
"Penghimpunan dana pihak ketiga diperkirakan masih moderat di tengah ekspektasi ekspansi kredit yang juga lebih lambat. Kondisi likuiditas, target penyaluran kredit dan tingkat kompetisi dalam mempertahankan market share dan deposan potensial memengaruhi suku bunga simpanan di tingkat individual bank," tulis LPS dalam laporan tersebut.
Sementara itu, transmisi penurunan suku bunga kredit diperkirakan akan lebih lambat karena bank berupaya menjaga profitabilitas.
Pertumbuhan DPK tercatat 6,96% secara tahunan (yoy) pada Juni 2025, masih di bawah pertumbuhan kredit. Kredit perbankan tumbuh 7,77% yoy pada Juni 2025, lebih rendah dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 8,43% yoy. Pertumbuhan ini juga masih di bawah target pertumbuhan kredit BI untuk tahun 2025, yaitu 8% hingga 11%.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar