Haluannews Ekonomi – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberikan peringatan penting bagi para pengusaha yang baru saja sukses melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam acara IPO Bootcamp 2025 di Jakarta, Sandiaga menekankan bahwa IPO bukanlah garis finis, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan. Ia mengingatkan pentingnya sikap agresif namun tetap hati-hati dalam mengelola perusahaan pasca-IPO.

Related Post
"Jangan sampai setelah IPO, malah membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan hanya karena keinginan. Bedakan kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai membabi buta," tegas Sandiaga. Menurutnya, banyak perusahaan gagal karena tidak terukur dan kehilangan kendali atas arus kas (cashflow) setelah IPO. Sandiaga kembali mengingatkan pentingnya prinsip "cash is the king" dan pengelolaan keuangan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Sandiaga menyoroti tiga hal krusial yang harus diperhatikan pengusaha pasca-IPO, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ia menekankan perlunya inovasi berkelanjutan agar perusahaan tidak stagnan. "Adaptasi juga sangat penting, terutama beradaptasi dengan dinamika pasar saham," tambahnya. Terakhir, Sandiaga mengingatkan pentingnya menjaga kolaborasi yang telah terjalin selama proses IPO, dan tidak memutuskannya begitu saja setelah perusahaan resmi tercatat di bursa.
"Setelah IPO, jangan putus kolaborasi, apalagi karena euforia. Daya tahan dan pengelolaan perusahaan tetap menjadi hal yang terpenting," pungkas Sandiaga.
IPO Bootcamp 2025, yang digagas Sandiaga Uno bersama Asian Tiger School dan sejumlah praktisi bisnis, bertujuan untuk membekali para pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga korporasi besar, dengan strategi membangun Good Corporate Governance, meningkatkan valuasi hingga 10 kali lipat, dan memahami jalur menuju pasar modal. Acara yang berlangsung dari 30 Mei hingga 2 Juni 2025 ini menghadirkan mentor-mentor ternama seperti Ishak Chandra (Co-founder & Group CEO Triniti Land) dan Mardigu Wowiek (Entrepreneur dan Komisaris Utama Bank BJB). Program ini diharapkan dapat membantu lebih banyak bisnis Indonesia untuk mewujudkan impiannya go public dan melakukan ekspansi melalui pasar modal.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar