Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan dana tunai sebesar Rp 25 triliun. Alokasi masif ini ditujukan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan transaksi masyarakat selama periode krusial Ramadan dan Idulfitri 2026, sebuah strategi yang disesuaikan dengan proyeksi peningkatan aktivitas ekonomi dan pergeseran preferensi ke arah transaksi digital.

Related Post
Direktur Operations BRI, Hakim Putratama, menjelaskan bahwa penyediaan likuiditas sebesar Rp 25 triliun ini telah diperhitungkan secara cermat. Dana tersebut diproyeksikan untuk mengantisipasi kebutuhan selama libur panjang tujuh hari, yang dijadwalkan pada 18 hingga 24 Maret 2026. BRI juga menegaskan komitmennya untuk mendistribusikan uang tunai secara optimal, dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik unit kerja serta wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas ekonomi selama periode liburan.

Menariknya, Hakim mengungkapkan bahwa kebutuhan uang tunai untuk tahun ini dapat dihitung dengan lebih efisien. Fenomena ini sejalan dengan semakin meningkatnya preferensi masyarakat terhadap transaksi digital. Sebagai perbandingan, pada periode Idulfitri 2025, kebutuhan uang tunai BRI tercatat mencapai Rp 26,5 triliun.
"BRI memproyeksikan kebutuhan kas pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 sebesar Rp 25 triliun, sebuah angka yang telah disesuaikan dengan tren transaksi digital yang kian mendominasi pilihan masyarakat. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya pada Ramadan dan Idulfitri 2025 yang mencapai Rp 26,5 triliun, seiring dengan penurunan transaksi tarik tunai sebesar 3% secara tahunan (YoY)," ujar Hakim dalam keterangan resminya, dikutip Haluannews.id pada Sabtu (14/3/2026).
Meskipun demikian, Hakim menegaskan bahwa BRI tetap memastikan ketersediaan kas yang memadai. Hal ini krusial untuk menjamin seluruh kebutuhan transaksi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal selama momen Ramadan dan Idulfitri 2026.
Serangkaian persiapan ini merupakan bagian integral dari kesiapan BRI dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan uang tunai. Penyediaan likuiditas yang kuat juga menjadi pilar strategi perseroan untuk menjaga kelancaran roda ekonomi serta memastikan kualitas layanan perbankan tetap prima selama periode hari raya.
Keandalan sistem layanan menjadi prioritas utama BRI, demi memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan nyaman dan aman. Seluruh jaringan layanan perbankan BRI, termasuk Super Apps BRImo yang kini menawarkan lebih dari 100 fitur, telah dipastikan siap sedia mendukung kebutuhan transaksi nasabah kapan pun diperlukan.
Selain itu, BRI juga terus mengoptimalkan jaringan e-channel sebagai upaya penguatan layanan transaksi elektronik. Jaringan ini mencakup 19.657 unit ATM dan CRM, 284.670 EDC Merchant, serta 276.717 EDC BRILink. Tak hanya itu, BRI turut mengoptimalkan peran 1,2 juta Agen BRILink yang tersebar luas di seluruh pelosok Indonesia, memberikan kemudahan akses transaksi bagi masyarakat.
Untuk melengkapi kemudahan tersebut, nasabah juga dapat memanfaatkan Asisten Virtual BRI "Sabrina" melalui WhatsApp di nomor 0812 1214 017. Sabrina siap melayani 24 jam untuk informasi produk, promo terkini, hingga panduan lokasi kantor cabang, ATM, Agen BRILink, serta rekomendasi merchant terdekat. BRI juga menyediakan saluran komunikasi melalui Contact BRI yang beroperasi 24 jam di nomor 1500017 atau melalui layanan bebas pulsa di Pusat Bantuan BRImo.
"BRI berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan layanan perbankan yang andal dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga kebutuhan transaksi keuangan selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan aman dan nyaman," pungkas Hakim.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar