haluannews.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam mengawal dinamika perdagangan di pasar modal tanah air. Melalui kebijakan terbaru, otoritas bursa berencana mengubah pendekatan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan saham yang mencurigakan. Jika selama ini investor sering menjumpai pengumuman Unusual Market Activity (UMA) atau penghentian sementara perdagangan saham (suspensi), ke depannya BEI akan lebih fokus pada tindakan tegas terhadap rekening efek yang terindikasi melakukan pelanggaran.

Related Post
Perubahan mekanisme ini diambil sebagai respons atas masukan mengenai dampak suspensi saham yang seringkali mengganggu likuiditas pasar. Selama ini, ketika sebuah saham mengalami pergerakan tidak wajar, bursa cenderung melakukan suspensi perdagangan secara menyeluruh. Namun, kebijakan tersebut dinilai berdampak negatif bagi investor ritel yang membutuhkan likuiditas untuk bertransaksi. Dengan strategi baru ini, BEI ingin memastikan bahwa pasar tetap bergerak lancar, namun pelaku manipulasi tetap mendapatkan sanksi yang menjerakan.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BEI akan mengandalkan kecanggihan teknologi pengawasan yang setara dengan standar bursa global untuk mendeteksi dini praktik manipulasi harga. Alih-alih langsung memberikan tindakan instan berupa UMA, bursa akan mengeluarkan laporan resmi mengenai dimulainya proses investigasi terhadap saham tertentu.
"Ke depannya, kami tidak akan lagi terlalu sering mengeluarkan immediate action atau UMA. Dengan teknologi pengawasan yang kami miliki, jika terdeteksi adanya indikasi awal praktik manipulasi harga, kami akan langsung mengumumkan bahwa investigasi sedang berjalan," ungkap Jeffrey dalam konferensi pers di Jakarta.
Dalam skema baru ini, transparansi menjadi kunci. BEI dapat merinci informasi mengenai saham mana yang sedang diperiksa, periode transaksi yang dicurigai, hingga jumlah pihak yang terlibat dalam transaksi mencurigakan tersebut. Sebagai contoh, jika ditemukan pola transaksi tidak wajar, bursa dapat mengumumkan bahwa transaksi pada periode tertentu yang melibatkan sejumlah pihak melalui anggota bursa tertentu sedang dalam tahap pemeriksaan mendalam.
Alih-alih menghentikan perdagangan saham secara total, BEI akan memilih untuk membekukan atau melakukan suspensi terhadap rekening efek yang terindikasi melakukan pelanggaran. Pendekatan ini dianggap lebih presisi karena hanya menyasar pelaku yang bermasalah tanpa menghentikan hak investor lain untuk bertransaksi pada saham tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar dan melindungi kepentingan investor ritel yang jumlahnya terus melonjak.
Jika dalam proses investigasi ditemukan bahwa pelanggaran melibatkan anggota bursa, maka sanksi tegas akan dijatuhkan kepada anggota bursa tersebut sesuai regulasi yang berlaku. Rencananya, sosialisasi mengenai mekanisme baru ini akan dimulai kepada para anggota bursa pada pekan ini, dengan target implementasi penuh pada November 2026. Melalui transformasi pengawasan ini, BEI berkomitmen menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat, transparan, dan terlindungi dari praktik kecurangan.










Tinggalkan komentar