Haluannews Ekonomi – Pelemahan daya beli dan lonjakan harga material bangunan menjadi momok bagi industri properti Indonesia di tahun 2025. Direktur Utama PT Kota Satu Properti Tbk (SATU), Momog Irnawan, dalam wawancara di program Power Lunch Haluannews.id (Kamis, 12/06/2025), mengungkapkan penjualan rumah, khususnya rumah murah, mengalami penurunan drastis. Kondisi ini mendorong harapan besar akan stimulus pemerintah, berupa insentif pajak dan kemudahan akses pembiayaan, untuk mendongkrak penjualan.

Related Post
Irnawan menekankan pentingnya implementasi program "3 Juta Rumah" sebagai katalis pertumbuhan sektor properti. Menurutnya, program tersebut tak hanya menguntungkan pengembang, tetapi juga akan berdampak positif terhadap penjualan rumah secara keseluruhan. Ia melihat program ini sebagai solusi untuk mengatasi penurunan penjualan yang signifikan akibat lesunya daya beli masyarakat.

Tantangan yang dihadapi industri properti saat ini cukup kompleks. Selain daya beli yang melemah, kenaikan harga material bangunan juga menekan profitabilitas pengembang. Kondisi ini menciptakan dilema bagi pengembang yang harus menyeimbangkan harga jual dengan biaya produksi yang terus meningkat. Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui stimulus fiskal dan kebijakan yang tepat sasaran menjadi sangat krusial.
Harapan besar kini tertuju pada pemerintah, khususnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, untuk menggelontorkan stimulus yang efektif. Dorongan agar masyarakat membeli rumah diharapkan dapat membangkitkan kembali gairah pasar properti dan mengurangi dampak negatif dari penurunan penjualan yang terjadi. Keberhasilan program stimulus ini akan menjadi penentu bagi pemulihan dan pertumbuhan industri properti Indonesia ke depannya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar