Serangan AS Picu Gejolak Ekonomi Global?

Serangan AS Picu Gejolak Ekonomi Global?

Haluannews Ekonomi – Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran telah mengguncang pasar global. Ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi investor, yang memprediksi potensi dampak negatif terhadap ekonomi global. Haluannews.id mencatat, serangan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump melalui media sosialnya, memicu spekulasi mengenai reaksi pasar saat pembukaan perdagangan Senin mendatang.

COLLABMEDIANET

Investor memperkirakan aksi jual saham akan terjadi, diiringi peningkatan permintaan dolar AS dan aset safe haven lainnya. Mark Spindel, kepala investasi di Potomac River Capital, memprediksi pasar akan bersikap waspada, dengan harga minyak mentah kemungkinan akan dibuka lebih tinggi. Ketidakpastian mengenai perkembangan konflik menjadi faktor utama yang akan mempengaruhi volatilitas pasar. "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" tanya Spindel, menyoroti kurangnya informasi detail mengenai dampak serangan tersebut.

Serangan AS Picu Gejolak Ekonomi Global?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kekhawatiran utama tertuju pada potensi lonjakan harga minyak yang akan memicu inflasi. Kenaikan inflasi berpotensi melemahkan daya beli konsumen dan mengurangi peluang penurunan suku bunga. Jack Ablin, kepala investasi Cresset Capital, menekankan bahwa perkembangan ini menambah lapisan risiko baru yang signifikan dan perlu dipertimbangkan. Harga minyak mentah Brent telah mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mencapai level tertinggi hampir lima bulan.

Skenario terburuk yang dimodelkan oleh Oxford Economics, yaitu penghentian total produksi minyak Iran dan penutupan Selat Hormuz, memproyeksikan lonjakan harga minyak hingga US$130 per barel dan inflasi AS mendekati 6% pada akhir tahun. Hal ini, menurut Oxford Economics, akan menghancurkan peluang penurunan suku bunga di AS tahun ini.

Meskipun Jamie Cox, mitra pengelola di Harris Financial Group, memperkirakan harga minyak akan stabil dalam beberapa hari ke depan karena serangan tersebut mungkin mendorong Iran untuk mencari kesepakatan damai, namun ekonom memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak yang dramatis dapat merusak ekonomi global yang sudah terbebani.

Secara historis, dampak negatif terhadap pasar saham akibat ketegangan Timur Tengah cenderung bersifat sementara. Contohnya, invasi Irak tahun 2003 dan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi tahun 2019 menunjukkan bahwa saham awalnya merosot, tetapi kemudian pulih dan bahkan diperdagangkan lebih tinggi dalam beberapa bulan berikutnya.

Eskalasi konflik juga berpotensi berdampak beragam pada dolar AS. Steve Sosnick, kepala strategi pasar di IBKR, mengatakan bahwa jika AS terlibat langsung dalam perang, dolar AS pada awalnya dapat diuntungkan sebagai aset aman. Namun, reaksi pasar saham dan lonjakan harga minyak akan menjadi faktor penentu utama.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar