haluannews.id – Dinamika perdagangan komoditas di Indonesia akan segera memasuki babak baru dengan rencana ambisius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis. Langkah ini diproyeksikan akan membawa angin segar sekaligus tantangan bagi bursa-bursa yang sudah eksis, seperti Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) dan PT Central Finansial X (CFX).

Related Post
Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito, menegaskan bahwa bursa yang akan dibentuk ini bukanlah sekadar penambahan, melainkan sebuah platform yang didesain ulang secara menyeluruh. "Kami akan menghadirkan bursa yang benar-benar baru," ungkap Sarjito saat ditemui di gedung MA Jakarta pada Rabu (9/9/2026). Ia menjelaskan, fokus utama adalah mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan dari bursa-bursa sebelumnya, terutama dalam aspek data dan interoperabilitas, demi menciptakan sistem yang lebih kolaboratif dan efisien.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya telah mengumumkan bahwa bursa mineral dan komoditas strategis ini dijadwalkan akan mulai beroperasi secara resmi pada 1 Januari 2027. Bursa baru ini kemungkinan besar akan diberi nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex). "Segala persiapan sedang dikebut," kata Prasetyo Hadi saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Ia juga menekankan bahwa komoditas yang akan diperdagangkan adalah aset-aset strategis kekayaan alam Indonesia, meliputi minyak kelapa sawit mentah (CPO), nikel, dan batu bara.
Pendirian bursa ini merupakan amanat langsung dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026, yang merupakan perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Berada di bawah pengawasan OJK, bursa ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo berambisi menciptakan "Indonesia Reference Price", sebuah patokan harga komoditas ekspor yang ditetapkan di dalam negeri, sehingga tidak lagi bergantung pada bursa-bursa di luar negeri.
Selama puluhan tahun, Indonesia, meskipun menjadi produsen utama berbagai komoditas dunia, dinilai belum memiliki kekuatan penentu dalam pembentukan harga global. Kondisi ini mengakibatkan nilai tambah dari perdagangan komoditas belum sepenuhnya dinikmati oleh bangsa sendiri. Dengan kehadiran Icomex, yang juga merupakan kelanjutan dari pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta implementasi kebijakan ekspor satu pintu, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan keuntungan dan memperkuat posisinya di pasar komoditas internasional, demi kemakmuran rakyat.








Tinggalkan komentar