Satu Saham Guncang IHSG Lompat Lebih 1 Persen

Satu Saham Guncang IHSG Lompat Lebih 1 Persen

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengejutkan banyak pihak dengan lonjakan signifikan di atas 1% pada perdagangan Jumat. Namun, di balik euforia kenaikan ini, terkuak fakta menarik: performa indeks mayoritas didorong oleh satu emiten raksasa, bukan kekuatan pasar yang merata.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG bertengger di level 6.385,81, melesat 84,04 poin atau setara 1,33% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.301,77. Pergerakan impresif ini tak lepas dari peran krusial saham Bayan Resources (BYAN). Emiten batu bara ini tampil perkasa, melambung 20% hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) di harga Rp14.400 per saham.

Satu Saham Guncang IHSG Lompat Lebih 1 Persen
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sumbangan BYAN terhadap kenaikan IHSG sangat dominan, mencapai sekitar 43,25 poin. Angka ini lebih dari separuh total penguatan indeks yang tercatat 84,04 poin. Dengan kapitalisasi pasar yang fantastis, sekitar Rp480,1 triliun, tak heran jika setiap pergerakan BYAN mampu menggoncang laju IHSG secara signifikan.

Meski BYAN menjadi pahlawan hari ini, beberapa saham lain turut memberikan dorongan positif. Di antaranya adalah VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) dengan sumbangan 5,21 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 4,28 poin, Telkom Indonesia (TLKM) 3,13 poin, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 2,91 poin.

Namun, tidak semua emiten bergerak seirama. Sejumlah saham justru menjadi penekan laju IHSG. Bank Central Asia (BBCA) tercatat mengurangi indeks sebesar 2,49 poin, sementara Barito Renewables Energy (BREN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 2,62 poin.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG hari ini belum sepenuhnya ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar secara luas. Bahkan, sektor keuangan, yang biasanya menjadi barometer pasar, justru mencatatkan pelemahan tipis 0,08%, meskipun IHSG secara keseluruhan menguat tajam.

Dari sebelas sektor yang terdaftar, mayoritas memang berada di zona hijau. Sektor energi memimpin dengan kenaikan fantastis 6,96%, disusul oleh sektor konsumen primer 1,36%, bahan baku 1,33%, konsumen non-primer 1,05%, dan teknologi 1,03%. Di sisi lain, sektor kesehatan dan utilitas menjadi yang paling terpuruk, masing-masing turun 0,53% dan 0,89%.

Secara keseluruhan, dinamika pasar mencatat 338 saham berhasil menguat, sementara 294 saham melemah, dan 331 saham lainnya stagnan. Total volume perdagangan mencapai 24,77 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp8,76 triliun.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar