haluannews.id – PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) kembali membuat gebrakan di pasar modal dengan menambah porsi kepemilikannya di PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan ini baru saja mengakuisisi 12,8 juta lembar saham JECX, atau setara 0,39% dari total saham yang beredar. Transaksi jumbo senilai Rp17 miliar ini dieksekusi pada tanggal 27 Agustus 2026, dengan harga pembelian Rp1.350 per saham.

Related Post
Langkah terbaru ini semakin mengukuhkan posisi SAME di JECX, pemilik Klinik Mata Jakarta, dengan total kepemilikan melonjak menjadi 31,34%. Aksi borong saham JECX oleh SAME memang bukan kali pertama. Sejak JECX resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026, SAME secara konsisten menunjukkan minat yang besar terhadap saham emiten tersebut.

Sebelumnya, serangkaian pembelian agresif telah dilakukan SAME tak lama setelah penawaran umum perdana JECX. Pada 8 Juli 2026, SAME mengoleksi 18,3 juta lembar saham JECX pada harga Rp1.950 per lembar, tepat di batas Auto Rejection Atas (ARA). Sehari berselang, pada 9 Juli 2026, SAME kembali membeli 8 juta lembar saham JECX, kali ini di harga Rp1.660 per lembar, yang merupakan batas Auto Rejection Bawah (ARB).
Dua transaksi awal pasca-IPO tersebut saja sudah berhasil mendongkrak porsi kepemilikan SAME di JECX dari 25,20% menjadi 26,01%. Tak berhenti di situ, SAME terus melanjutkan pembelian saham JECX pada tanggal 10, 13, dan 14 Juli 2026. Ini menarik perhatian publik lantaran aksi borong tersebut tetap berlangsung meskipun harga saham JECX terus mengalami koreksi dari level tertingginya sejak pertama kali diperdagangkan.
Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seluruh akuisisi saham JECX oleh SAME ini ditegaskan sebagai bagian dari strategi investasi langsung. Artinya, kepemilikan saham tersebut bersifat permanen dan bukan merupakan bagian dari perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement). Konsistensi SAME dalam mengakumulasi saham JECX mengindikasikan kepercayaan kuat terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan.










Tinggalkan komentar