haluannews.id – Bank Mega Syariah kini tak hanya fokus pada angka-angka finansial. Mereka merangkul strategi baru yang lebih menyentuh hati masyarakat, membidik perluasan basis nasabah melalui pendekatan komunitas yang holistik, melampaui sekadar produk perbankan.

Related Post
Salah satu wujud nyata dari strategi ini adalah gelaran "Di Antara Doa Vol. 1" yang sukses besar. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-22 Bank Mega Syariah ini, berhasil menarik sekitar 1.500 peserta di Masjid Jami Bintaro Jaya Sektor 1 pada Sabtu lalu.

Dalam acara tersebut, para peserta diajak merenungkan tema mendalam "Allah Menilai Proses, Bukan Hanya Hasil". Kajian dan diskusi ini diperkaya oleh kehadiran Ustaz Fatih Karim, Ustaz Jojo Ali Yusuf, serta pakar kesehatan mental Muslim, Silmy Risman, yang memberikan perspektif baru tentang kehidupan, spiritualitas, dan kesehatan mental.
Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas ini adalah cerminan komitmen perseroan. "Bagi kami, pertumbuhan bisnis tidak berhenti pada pencapaian target finansial semata. Lebih dari itu, pertumbuhan harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas," ungkap Yuwono.
Melalui inisiatif semacam ini, Bank Mega Syariah berupaya menyediakan wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan penguatan spiritual. Mereka ingin membuka ruang diskusi tentang pentingnya doa, ikhtiar, proses, dan bagaimana semua itu berkorelasi dengan hasil dalam setiap aspek kehidupan.
Di balik misi sosialnya, strategi ini juga menyimpan potensi bisnis yang signifikan. Yuwono berharap, kedekatan yang terjalin dengan komunitas dapat secara berkelanjutan menarik nasabah baru, meningkatkan dana simpanan masyarakat, serta mendorong adopsi aplikasi digital Bank Mega Syariah.
Salah satu produk unggulan yang turut diperkenalkan melalui edukasi ini adalah Tabungan Haji iB Bank Mega Syariah. Produk ini dirancang untuk mempermudah perencanaan ibadah haji, baik bagi nasabah dewasa maupun anak-anak, dengan setoran awal yang ringan dan bebas biaya administrasi bulanan. Sistemnya pun telah terintegrasi online dengan SISKOHAT Kementerian Agama, memudahkan pendaftaran porsi haji.
Kinerja produk ini menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, total dana Tabungan Haji Bank Mega Syariah telah melampaui Rp336 miliar, mencatatkan pertumbuhan sekitar 5,1% dibanding akhir tahun 2025.
Selain fokus pada perencanaan haji, Bank Mega Syariah juga aktif menggalakkan konsep menabung atau berinvestasi yang selaras dengan semangat berbagi. Melalui program "MeSya Berbagi Berkah" bersama CT ARSA Foundation, nasabah diajak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), memperkuat nilai-nilai kebermanfaatan.
Ke depan, acara "Di Antara Doa" direncanakan akan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan di berbagai masjid. Dengan menghadirkan ustaz dan narasumber yang relevan, Bank Mega Syariah berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan spiritual dan edukasi masyarakat.










Tinggalkan komentar