haluannews.id – Dunia pasar modal Indonesia dihebohkan oleh aksi korporasi besar yang dilakukan oleh Morgan Stanley and Co International Plc. Raksasa investasi global ini secara signifikan meningkatkan kepemilikannya di PT Ciputra Development Tbk (CTRA), sebuah emiten properti terkemuka. Kini, porsi saham Morgan Stanley di CTRA melonjak drastis hingga mencapai 18,4%, setara dengan kepemilikan 3,41 miliar lembar saham.

Related Post
Langkah strategis ini terungkap dari serangkaian transaksi yang terjadi pada 2 Juli 2026. Morgan Stanley dilaporkan mengakuisisi sebanyak 3 miliar saham biasa CTRA dalam satu waktu. Tak hanya itu, pada tanggal yang sama, investor kakap tersebut juga membeli tambahan 11.400 saham biasa dengan harga Rp560 per lembar. Tujuan utama dari pembelian masif ini, sebagaimana tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, adalah untuk investasi langsung.

Sebelum gelombang akuisisi terbaru ini, Morgan Stanley hanya memiliki 410,58 juta saham CTRA, yang merepresentasikan sekitar 2,2% dari total hak suara. Namun, setelah transaksi jumbo tersebut, kepemilikan mereka meroket tajam menjadi 3,41 miliar saham, mengukuhkan posisi dengan porsi hak suara mencapai 18,40%.
Meski demikian, pemegang saham pengendali CTRA masih dipegang oleh PT Sang Pelopor, yang per 31 Mei 2026 lalu menguasai 53,3% saham perusahaan. Sementara itu, porsi kepemilikan publik di CTRA berada di angka 45,6%.
Respons pasar terhadap kabar ini sangat positif. Saham CTRA langsung menunjukkan performa impresif, melonjak 5,81% ke level Rp565 per lembar pada penutupan perdagangan Selasa, 7 Juli 2026. Kenaikan ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar CTRA hingga mencapai Rp10,47 triliun, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek emiten properti tersebut pasca-akumulasi saham oleh Morgan Stanley.










Tinggalkan komentar