Haluannews Ekonomi – Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terjun bebas hampir 5% di sesi II perdagangan Rabu (8/1/2025). Penyebabnya? Rencana penutupan lini bisnis marketplace dan peralihan fokus ke produk virtual. Pada pukul 14:28 WIB, harga saham BUKA anjlok ke Rp 116/saham. Tren negatif ini berlanjut dari pekan lalu yang mencatat penurunan 7,2%, dan penurunan 5,69% dalam sebulan terakhir. Sejak IPO, saham BUKA telah merosot hingga 86,35%.

Related Post
Volume perdagangan saham BUKA terbilang tinggi, mencapai 4,23 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 49,73 miliar. Kapitalisasi pasarnya kini tercatat Rp 11,96 triliun. Data order book menunjukkan antusiasme beli yang cukup tinggi di harga Rp 115/saham (223.954 lot/Rp 2,6 miliar), namun tekanan jual juga signifikan di harga Rp 125/saham (297.942 lot/Rp 3,7 miliar).

Keputusan Bukalapak untuk menghentikan penjualan produk fisik dan beralih ke produk virtual seperti pulsa, token listrik, dan paket data, diumumkan melalui situs resmi perusahaan. Manajemen menjelaskan langkah ini sebagai bagian dari transformasi strategis untuk meningkatkan fokus bisnis. Perubahan ini diakui berdampak pada para pelapak, namun Bukalapak berkomitmen untuk membantu proses transisi.
Bukalapak telah menyediakan panduan bagi pelapak untuk menyelesaikan saldo dan pengembalian dana. Tanggal penting yang perlu diperhatikan adalah: 9 Februari 2025 (pukul 23:59 WIB) sebagai batas akhir pemesanan produk fisik; 1 Februari 2025 sebagai penutupan fitur penambahan produk baru; dan 2 Maret 2025 (pukul 23:59 WIB) sebagai batas akhir pemrosesan pesanan sebelum pembatalan otomatis. Dana dari pesanan yang dibatalkan akan dikembalikan melalui BukaDompet. Pencairan dana di luar tanggal 14 Maret 2024 dapat dilakukan melalui email ke bl.id/bukabantuan.
Bukalapak menekankan komitmennya untuk mendukung pengguna selama masa transisi ini dan mengarahkan mereka untuk menghubungi BukaBantuan jika membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Sanggahan: Artikel ini merupakan hasil analisis Haluannews.id. Analisis ini bukan ajakan untuk membeli, menjual, atau menahan investasi terkait. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada pembaca. Haluannews.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.




Tinggalkan komentar