haluannews.id – Pasar modal Indonesia dilanda kepanikan hebat pada Jumat 11 September 2026. Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas memicu sentimen negatif luar biasa, menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah ke jurang pelemahan yang signifikan. Investor tampak serentak melepas aset-asetnya, menciptakan badai penjualan masif yang tak terhindarkan di bursa saham tanah air.

Related Post
Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, IHSG terperosok nyaris dua persen, melayang di kisaran 6.400 poin. Tak hanya itu, mata uang Garuda juga ikut terkapar. Rupiah kembali terpuruk, menembus angka Rp 17.600 per Dolar Amerika Serikat, menunjukkan betapa rentannya pasar domestik terhadap tekanan eksternal. Aksi jual besar-besaran ini mengindikasikan kekhawatiran mendalam para pelaku pasar terhadap prospek ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Untuk mengulas lebih dalam mengenai dinamika pergerakan pasar modal Indonesia di penghujung minggu yang penuh tantangan ini, Shania Alatas bersama Analis Pasar Valuta Asing haluannews.id, Elvan Chandra Widyatama, hadir dalam program Power Lunch haluannews.id. Mereka membedah faktor-faktor pendorong pelemahan Rupiah dan koreksi IHSG, serta memproyeksikan potensi pergerakan pasar ke depan.










Tinggalkan komentar