Rupiah Terancam Rp18 Ribu Dolar Menggila Lagi

Rupiah Terancam Rp18 Ribu Dolar Menggila Lagi

haluannews.id – Mata uang Garuda harus mengawali pekan ini, Senin 20 Juli 2026, dengan performa yang kurang menggembirakan di hadapan dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah langsung tertekan 0,42% hingga mencapai level Rp17.960 per dolar AS, membuat bayang-bayang Rp18.000 semakin nyata. Kondisi ini berbalik arah dari penutupan pekan lalu, Jumat 17 Juli 2026, di mana rupiah sempat perkasa dengan penguatan 0,53% ke posisi Rp17.885. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau stabil di angka 100,765 setelah sebelumnya menguat 0,28% pada akhir perdagangan Jumat.

COLLABMEDIANET

Kenaikan tipis dolar AS terhadap mayoritas mata uang di Asia pada pembukaan perdagangan hari ini tak lepas dari gejolak di Timur Tengah yang kembali memanas. Eskalasi konflik tersebut sontak memicu peningkatan kehati-hatian di kalangan investor global, sekaligus mendorong lonjakan harga minyak dunia. Situasi ini secara otomatis meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman, sehingga membatasi ruang gerak penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Rupiah Terancam Rp18 Ribu Dolar Menggila Lagi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dari ranah kebijakan moneter global, ekspektasi pasar saat ini cenderung mengarah pada keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve atau The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Juli mendatang. Berdasarkan analisis CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed menahan suku bunga kini melambung hingga 85,6%, jauh lebih tinggi dibandingkan 61,5% pada bulan lalu.

Kendati demikian, arah kebijakan The Fed tetap dibayangi oleh perbedaan pandangan di antara para petingginya. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, pada Jumat lalu secara terbuka bergabung dengan sejumlah pejabat lain yang berpendapat bahwa suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan guna meredam tekanan inflasi yang belum juga mereda. Pernyataan tersebut tentu saja membuka peluang terjadinya perdebatan sengit dalam pertemuan The Fed mendatang, bahkan bisa berujung pada perbedaan suara.

Di sisi lain, pasar domestik juga tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan mengumumkan keputusan mengenai suku bunga acuan pada Rabu 22 Juli 2026. Bank Indonesia sendiri telah agresif menaikkan suku bunga acuan secara total 100 basis poin sejak Mei 2026. Kenaikan terakhir sebesar 25 basis poin dilakukan pada 18 Juni 2026, setelah sebelumnya BI juga menggelar rapat di luar jadwal pada 9 Juni sebagai respons cepat terhadap tekanan yang dialami rupiah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar