Rupiah Perkasa Dolar AS Tak Berdaya Lagi

Rupiah Perkasa Dolar AS Tak Berdaya Lagi

haluannews.id – Mata uang rupiah menunjukkan taringnya pada perdagangan Selasa 21 Juli 2026 berhasil menundukkan dominasi dolar Amerika Serikat AS. Penguatan ini terjadi di tengah lesunya kinerja greenback di pasar global yang memberikan ruang bagi mata uang Garuda untuk melaju kencang.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data Refinitiv rupiah mengakhiri sesi perdagangan di level Rp17.875 per dolar AS. Angka ini mencerminkan penguatan signifikan sebesar 0,28% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp17.930 per dolar AS. Sejak pembukaan pagi hari rupiah sudah menunjukkan sinyal positif dengan dibuka menguat tipis 0,06% pada posisi Rp17.920 per dolar AS. Sepanjang hari ini pergerakan rupiah berada dalam rentang Rp17.860 hingga Rp17.945 per dolar AS.

Rupiah Perkasa Dolar AS Tak Berdaya Lagi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sementara itu indeks dolar AS DXY yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau terkoreksi 0,06% ke level 100,892 pada pukul 15.00 WIB. Meskipun demikian posisi DXY masih bertahan di dekat level 101 mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap gejolak geopolitik.

Kinerja rupiah tak lepas dari pengaruh dinamika baik dari dalam maupun luar negeri. Dari ranah global pergerakan dolar AS masih menjadi sorotan utama. Meskipun DXY sedikit melemah pada sore hari kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah tetap tinggi. Ketegangan yang berlanjut di kawasan tersebut kembali memicu ancaman terhadap stabilitas pasokan energi dunia mendorong harga minyak mentah melambung ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Kenaikan harga minyak ini berpotensi memicu lonjakan inflasi global yang pada gilirannya dapat memaksa sejumlah bank sentral untuk terus mengencangkan ikat pinggang kebijakan moneter mereka lebih lama. Kondisi ini secara tidak langsung menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai mata uang yang lebih stabil. Namun sinyal meredanya ketegangan setelah Teheran dilaporkan menerima proposal gencatan senjata 10 hari dari para mediator sedikit meredakan permintaan dolar AS sebagai aset aman memberikan kesempatan bagi rupiah untuk menguat.

Dari dalam negeri perhatian pasar tertuju pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur RDG Bank Indonesia BI yang dijadwalkan pada Rabu 22 Juli 2026. Para pelaku pasar menantikan keputusan BI terkait tingkat suku bunga kebijakan setelah bank sentral tersebut menaikkannya total 100 basis poin sejak Mei 2026 menjadi 5,75%.

Selain itu optimisme pasar juga disokong oleh kondisi fiskal Indonesia yang masih terjaga solid. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau setara dengan 0,76% dari Produk Domestik Bruto PDB. Defisit ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp1.459 triliun dan belanja negara Rp1.656,6 triliun dengan keseimbangan primer yang mencapai Rp85,1 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pendapatan negara melonjak 21,4% secara tahunan sepanjang semester I-2026 dan pemerintah berkomitmen untuk menjaga defisit APBN hingga akhir tahun tetap di bawah batas 3% dari PDB.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar