Rupiah Menggila Dolar AS Terkapar

Rupiah Menggila Dolar AS Terkapar

haluannews.id – Mata uang rupiah kembali menunjukkan kekuatannya di hadapan dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026. Sejak pembukaan, nilai tukar rupiah langsung tancap gas, melesat 0,14% hingga mencapai level Rp17.925 per dolar AS. Performa impresif ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat sehari sebelumnya, di mana mata uang Garuda berhasil menembus batas psikologis Rp18.000 per dolar AS dengan penguatan 0,55% ke posisi Rp17.950 per dolar AS.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY), yang menjadi barometer kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau melemah tipis 0,05% pada pukul 09.00 WIB, berada di level 99,896. Kondisi ini menjadi angin segar bagi pergerakan mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah. Pelemahan indeks dolar AS mengindikasikan bahwa tekanan jual terhadap aset-aset berdenominasi dolar AS mulai meningkat, membuka peluang penguatan bagi mata uang lain di pasar global.

Rupiah Menggila Dolar AS Terkapar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Tertekannya dolar AS di pasar internasional tidak lepas dari rilis data inflasi konsumen di Negeri Paman Sam. Laporan terbaru menunjukkan kenaikan inflasi tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada bulan Mei. Meskipun demikian, angka tersebut masih sejalan dengan ekspektasi para ekonom, sehingga belum banyak mengubah proyeksi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), pada tahun ini. Inflasi konsumen AS melonjak dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh kenaikan harga bensin dan produk energi lainnya akibat konflik di Iran.

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat naik 4,2% secara tahunan pada Mei 2026, menjadikannya kenaikan tertinggi sejak April 2023. Angka ini sesuai dengan perkiraan awal ekonom. Akibatnya, pelaku pasar uang jangka pendek di AS sedikit mengurangi taruhan mereka terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September, meski ekspektasi untuk kenaikan di bulan Oktober masih cukup kuat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) terbaru. BI melaporkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode Mei 2026 mengalami penurunan ke level 120,9, lebih rendah dibandingkan bulan April 2026 yang berada di angka 123,0. Meskipun IKK masih berada di zona optimistis (di atas 100), penurunan ini mengindikasikan adanya pelemahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Posisi ini juga menjadi yang terendah sejak September 2025.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar