Haluannews Ekonomi – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya penuh terhadap kemampuan Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan dan mengarahkan nilai tukar rupiah. Pernyataan ini disampaikan menyusul apresiasi signifikan mata uang Garuda yang mencapai level Rp 16.760 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, seperti dilaporkan Haluannews.id. Pemerintah, menurut Purbaya, akan terus berkoordinasi erat dengan bank sentral dalam menjaga stabilitas fundamental rupiah.

Related Post
Purbaya menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan pengelolaan nilai tukar kepada BI, mengingat keahlian dan pengalaman bank sentral dalam bidang tersebut. "Saya berpandangan bahwa Bank Indonesia memiliki keahlian mumpuni dalam mengelola nilai tukar. Oleh karena itu, saya menyerahkan sepenuhnya kepada bank sentral untuk menjaga stabilitasnya," ujar Purbaya usai konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (27/1/2026). Ia menambahkan, "Saya yakin dengan pernyataan Gubernur BI yang menyebut rupiah akan terus menguat. Saya mengikuti pandangan beliau."

Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa rupiah berhasil mengakhiri perdagangan dengan penguatan 0,06%, mencapai Rp 16.760 per dolar AS. Kinerja impresif ini menandai tren penguatan selama lima hari berturut-turut. Meskipun sempat tertekan dan menyentuh level Rp 16.180 per dolar AS di awal perdagangan, rupiah menunjukkan resiliensi dengan berbalik menguat hingga penutupan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, turut menegaskan optimisme terhadap prospek penguatan rupiah ke depan. Menurut Perry, secara fundamental, rupiah masih berada di bawah nilai seharusnya (undervalued) meskipun telah kembali ke kisaran Rp 16.700 per dolar AS. Proyeksi penguatan ini didukung oleh sejumlah faktor krusial, antara lain imbal hasil aset keuangan Indonesia yang menarik, tingkat inflasi yang terkendali rendah, prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang positif, serta derasnya aliran investasi asing langsung (FDI) ke dalam negeri.
"Komitmen Bank Indonesia untuk menstabilkan dan mengarahkan rupiah menuju penguatan yang lebih solid akan terus menjadi prioritas," pungkas Perry, menegaskan peran sentral BI dalam menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar