Rupiah Loyo, Sentuhan Trump dan The Fed Jadi Biang Keladi?

Rupiah Loyo, Sentuhan Trump dan The Fed Jadi Biang Keladi?

Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah mengawali pekan ini dengan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan Senin (7/7/2025), rupiah dibuka di level Rp16.205/US$, atau merosot 0,15% dibandingkan penutupan pekan lalu. Kondisi ini bertolak belakang dengan penguatan 0,12% yang dicapai rupiah pada pekan sebelumnya, di mana rupiah berada di level Rp16.180/US$.

COLLABMEDIANET

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah sejumlah sentimen global dan domestik yang cukup signifikan. Secara global, pasar keuangan sedang mencermati rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pada Kamis (10/7/2025). Keputusan The Fed terkait suku bunga menjadi sorotan utama, apakah akan dipertahankan di level tinggi atau mulai dilonggarkan. Ketidakpastian ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, termasuk nilai tukar rupiah.

Rupiah Loyo, Sentuhan Trump dan The Fed Jadi Biang Keladi?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain itu, kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump juga menjadi faktor penghambat. Tenggat waktu negosiasi tarif dagang yang diusulkan Trump akan berakhir pada 9 Juli 2025. Ketidakpastian terkait penerapan tarif baru terhadap negara-negara mitra dagang AS berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan global, termasuk rupiah.

Di sisi domestik, pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juni 2025 dari Bank Indonesia (BI). Data ini sangat penting karena mencerminkan kemampuan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memenuhi kewajiban luar negeri, dan mempertahankan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Secara keseluruhan, pergerakan rupiah pekan ini diwarnai oleh ketidakpastian global yang cukup besar, terutama terkait kebijakan moneter AS dan kebijakan perdagangan Trump. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh pelaku pasar dan pemerintah.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar