Rupiah Goyang OJK Pastikan Sektor Keuangan Aman

Rupiah Goyang OJK Pastikan Sektor Keuangan Aman

haluannews.id – Di tengah gejolak ekonomi global dan tekanan signifikan terhadap nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa industri jasa keuangan nasional tetap kokoh. Peran vital perbankan dalam menyalurkan dana untuk mendukung aktivitas ekonomi domestik disebut tetap berjalan optimal, menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian.

COLLABMEDIANET

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI baru-baru ini, mengungkapkan bahwa indikator intermediasi valuta asing perbankan menunjukkan kondisi yang sangat memadai. Hal ini tercermin dari rasio pinjaman terhadap simpanan valas yang tetap terjaga pada level yang sehat.

Rupiah Goyang OJK Pastikan Sektor Keuangan Aman
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kiki lebih lanjut memaparkan data pertumbuhan positif yang mengesankan di sektor perbankan. Hingga April, penyaluran kredit mencatat lonjakan 9,98% secara tahunan, mencapai angka Rp 8.755 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan geliat pertumbuhan signifikan sebesar 11,4% yoy, menembus Rp 10.077 triliun. Likuiditas perbankan disebut tetap kuat, ditopang oleh rasio kecukupan modal (CAR) yang perkasa di angka 23,97%.

OJK secara konsisten memperkuat pengawasan dengan pendekatan yang lebih antisipatif atau forward looking. Ini diwujudkan melalui pelaksanaan stress testing berkala serta pemantauan ketat terhadap berbagai risiko, meliputi likuiditas, permodalan, kualitas aset, dan konsentrasi risiko. Selain itu, perbankan nasional secara agregat masih membukukan keuntungan yang solid, sementara posisi devisa neto (PDN) tetap berada di bawah ambang batas ketentuan, mengindikasikan bahwa eksposur risiko nilai tukar perbankan masih dalam kendali penuh.

Tak hanya menjaga stabilitas di tengah tantangan global, OJK juga gencar mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai program strategis dan prioritas telah digulirkan, fokus pada penguatan fungsi intermediasi, perluasan akses pembiayaan, serta peningkatan ketahanan sistem keuangan. Prioritas ini mencakup peningkatan pembiayaan di sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem dan pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pendanaan pembangunan, serta inisiatif ekonomi hijau melalui penerapan nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan.

Pada saat yang sama, OJK juga aktif mengawal pengembangan keuangan digital yang aman, memperkuat sektor jasa keuangan syariah, memperluas literasi dan inklusi keuangan, serta memastikan perlindungan optimal bagi konsumen dan masyarakat. Penegakan hukum yang konsisten juga terus dilakukan untuk memperkokoh integritas sektor jasa keuangan.

"Dengan beragam agenda prioritas ini, kami bertekad memastikan bahwa sektor jasa keuangan tidak hanya stabil dan tangguh, tetapi juga semakin produktif dan berkontribusi nyata. Ini akan menjadi fondasi krusial bagi terwujudnya pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi," tutup Kiki, menegaskan komitmen OJK.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar