haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil menutup perdagangan Rabu 23 September 2026 dengan performa yang memukau. Pasar modal Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan mencapai 1,56 persen membawa indeks parkir di level 637491 setelah melesat 9787 poin.

Related Post
Aktivitas transaksi sepanjang hari itu terbilang masif. Total volume perdagangan di seluruh pasar menembus angka 36171 juta lot dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp1257 triliun yang terjadi dalam 191 juta kali frekuensi. Sementara itu di pasar reguler saja volume tercatat 29288 juta lot dengan nilai Rp1177 triliun dan frekuensi serupa.

Lonjakan IHSG tak lepas dari kontribusi sektor-sektor kunci. Sektor konsumer kritikal memimpin dengan kenaikan 4,6 persen disusul sektor energi yang menguat 3,4 persen dan material dasar yang naik 3,1 persen. Beberapa saham raksasa turut menjadi motor penggerak utama di antaranya PT Bank Central Asia Tbk BBCA PT Bayan Resources Tbk BYAN PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA PT Merdeka Copper Gold Tbk MDKA dan PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN.
Kinerja positif IHSG ini disinyalir kuat berkaitan erat dengan keputusan Bank Indonesia BI yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate. Dalam Rapat Dewan Gubernur RDG yang berlangsung pada 22-23 September 2026 BI memutuskan untuk menahan BI-Rate di angka 5,75 persen. Keputusan ini juga diikuti dengan penetapan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Gubernur BI Destry Damayanti secara langsung mengumumkan kebijakan tersebut dalam konferensi pers pada Rabu 23 September 2026.
Ini menandai kali ketiga secara beruntun bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya. Sebelumnya pada RDG Agustus 2026 BI juga memilih untuk tidak mengubah BI-Rate. Kebijakan ini sejalan dengan ekspektasi pasar mengingat hasil jajak pendapat yang dilakukan haluannews.id terhadap 11 institusi dan lembaga menunjukkan mayoritas memprediksi BI-Rate akan tetap di 5,75 persen.










Tinggalkan komentar