Resesi Membayangi: Mana yang Paling Mengerikan bagi Indonesia?

Resesi Membayangi: Mana yang Paling Mengerikan bagi Indonesia?

Haluannews Ekonomi – Bayang-bayang resesi global kembali menghantui perekonomian dunia. Indonesia sendiri bukanlah negara asing dengan krisis ekonomi. Sepanjang sejarahnya, negeri ini telah tiga kali diterjang resesi, masing-masing dengan penyebab dan dampak yang berbeda-beda. Pertanyaannya, mana yang paling dahsyat?

COLLABMEDIANET

Resesi pertama terjadi pada tahun 1963, dipicu oleh hiperinflasi yang mencapai angka fantastis 119%. Kondisi politik luar negeri Indonesia yang konfrontatif, termasuk keluar dari PBB, turut memperparah situasi. PDB nasional terkontraksi 2,24%, pengeluaran rumah tangga ambruk 3,95%, sementara ekspor-impor dan investasi masing-masing anjlok 26,58% dan 23,69%.

Resesi Membayangi: Mana yang Paling Mengerikan bagi Indonesia?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Setelah melewati masa sulit pasca 1965, ekonomi Indonesia bangkit dan tumbuh pesat pada dekade 1970-an dan 1980-an. Namun, kejayaan tersebut sirna pada 1998, ketika krisis moneter Asia menghantam dengan keras. Resesi kali ini jauh lebih brutal, dengan kontraksi ekonomi mencapai 13,13% dan inflasi meroket hingga 77,63%. Krisis yang bermula dari Thailand ini membuat nilai tukar rupiah terjun bebas dari Rp 2.500 menjadi Rp 16.900 per dolar AS.

Dampaknya luar biasa. Tidak hanya ekonomi yang hancur, krisis ini juga memicu krisis politik dan sosial, termasuk kerusuhan massal yang berujung pada lengsernya Presiden Soeharto. Jumlah penduduk miskin melonjak drastis dari 22,5 juta jiwa pada 1996 menjadi 49,5 juta jiwa pada 1998. Industri besar dan sedang juga mengalami penurunan signifikan, dengan jumlah perusahaan yang gulung tikar mencapai ribuan.

Resesi terakhir terjadi pada periode 2020/2021, dipicu oleh pandemi Covid-19. Meskipun dampaknya tidak sedahsyat 1998, resesi ini tetap meninggalkan luka dalam perekonomian Indonesia. Namun, detail angka kontraksi dan dampaknya secara spesifik tidak dijelaskan dalam berita ini.

Dari ketiga resesi tersebut, resesi 1998 jelas menjadi yang paling dahsyat. Tidak hanya dampak ekonominya yang sangat dalam, krisis ini juga memicu krisis multidimensional yang berdampak luas pada kehidupan sosial dan politik Indonesia. Meskipun resesi 1963 juga berat, namun dampaknya tidak seluas dan sedalam resesi 1998. Resesi 2020/2021, meskipun signifikan, masih relatif lebih terkendali dibandingkan dua resesi sebelumnya.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar