Rekening Yen Bisa Beli Obligasi RI? Ini Bocorannya!

Rekening Yen Bisa Beli Obligasi RI? Ini Bocorannya!

Haluannews Ekonomi – Kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang memasuki babak baru. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengumumkan rencana inovatif yang memungkinkan masyarakat Jepang membeli obligasi pemerintah Indonesia langsung menggunakan mata uang Yen. Inisiatif ini merupakan perluasan dari mekanisme transaksi mata uang lokal (LCT) yang sudah berjalan antara kedua negara.

COLLABMEDIANET

Dalam acara peluncuran QRIS lintas batas Indonesia-Jepang, Perry menantang berbagai pihak untuk segera merealisasikan penggunaan rekening Yen dalam pembelian obligasi ritel pemerintah, termasuk Surat Berharga Negara Ritel (SRBI), baik di pasar primer maupun sekunder. Ia menekankan bahwa transaksi ini akan dilakukan secara digital, terintegrasi dengan sistem pembayaran lintas negara seperti QRIS, menciptakan ekosistem keuangan yang lebih efisien dan terhubung.

Rekening Yen Bisa Beli Obligasi RI? Ini Bocorannya!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ini bukan hanya sekadar perdagangan dan investasi, tapi juga membuka peluang besar bagi UMKM dan pendalaman pasar keuangan Indonesia," ujar Perry. Ia menambahkan bahwa mekanisme LCT yang diperluas ini akan menguntungkan kedua negara dengan memangkas biaya konversi mata uang dolar AS. Bagi investor Jepang, pembelian obligasi, sukuk, dan instrumen investasi lainnya dalam Rupiah akan menghasilkan return yang lebih tinggi.

Perry juga memastikan bahwa inisiatif ini akan mengurangi volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, sekaligus menjadi strategi manajemen risiko dan diversifikasi mata uang yang efektif. Ueda Hajime, Perwakilan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, menyambut positif langkah ini sebagai "babak baru" dalam hubungan bilateral kedua negara, mengingat sejak Agustus 2020, kerja sama LCT Rupiah-Yen telah berjalan dan kini diperluas untuk mencakup pasar obligasi. Ia berharap langkah ini akan mendorong peningkatan perdagangan dan investasi bilateral. Dengan demikian, transaksi keuangan bilateral akan lebih efisien dan menguntungkan kedua negara.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar