Haluannews Ekonomi – Dolar Menggila! Rupiah Terancam Rp17.900, Ini Jurus BI!

Haluannews Ekonomi - Dolar Menggila! Rupiah Terancam Rp17.900, Ini Jurus BI!

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan tajam setelah terdepresiasi signifikan, mendekati ambang psikologis Rp17.900/US$. Pada penutupan perdagangan terkini, mata uang Garuda tercatat di level terendah sepanjang sejarah, yakni Rp17.865/US$, melemah 0,51% dan memperpanjang tren koreksi selama lima hari berturut-turut. Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) angkat bicara, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas.

COLLABMEDIANET

Data dari Refinitiv menunjukkan pergerakan rupiah sepanjang hari berada dalam rentang Rp17.800/US$ hingga Rp17.885/US$, mengindikasikan tekanan yang kuat menuju level krusial Rp17.900/US$. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah ini tidak lepas dari dinamika global yang penuh ketidakpastian, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut.

Haluannews Ekonomi - Dolar Menggila! Rupiah Terancam Rp17.900, Ini Jurus BI!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain faktor eksternal, Ramdan Denny menambahkan, peningkatan permintaan valuta asing (valas) secara musiman turut memperparah tekanan. Kebutuhan valas ini didorong oleh pembayaran utang luar negeri (ULN) serta repatriasi dividen korporasi, sementara di sisi lain, pasokan dolar AS di pasar domestik masih cenderung terbatas.

Menyikapi kondisi ini, Haluannews.id mencatat bahwa BI menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, kapan pun dan di mana pun diperlukan. Komitmen ini diimplementasikan melalui strategi intervensi pasar valas yang optimal, mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten dan terukur.

Di samping intervensi langsung, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneternya. Hal ini dilakukan dengan memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang berorientasi pasar (pro-market), bertujuan untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.

Untuk mengelola sisi permintaan dolar AS, BI juga telah mengambil langkah proaktif dengan menetapkan batasan pembelian valuta asing tunai tanpa underlying sebesar USD25.000 per pelaku per bulan. Kebijakan ini, yang akan efektif berlaku mulai Juni 2026, diharapkan dapat menekan spekulasi dan menjaga keseimbangan pasar.

Ramdan Denny juga menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara BI dengan otoritas terkait. Upaya ini mencakup penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi yang memiliki volume pembelian dolar AS yang tinggi, demi mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar. "Haluannews.id mengutip pernyataan BI bahwa pihaknya akan terus memantau dengan seksama perkembangan pasar keuangan, baik di tingkat global maupun domestik. Kami akan senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," pungkas Ramdan Denny.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar