Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia memulai pekan ini dengan performa yang mengejutkan dan penuh optimisme. Setelah sempat tertekan di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dengan perkasa, menutup sesi I pada Senin, 9 Februari 2026, di zona hijau yang kuat. IHSG melonjak 0,99%, mencapai level psikologis 8.013 poin, sebuah pencapaian yang menandai kepercayaan investor yang kembali pulih. Tidak hanya itu, nilai tukar Rupiah juga menunjukkan penguatan tipis terhadap Dolar AS, bergerak di angka Rp 16.848.

Related Post
Kinerja impresif IHSG ini menandai pembalikan arah yang signifikan setelah sempat diwarnai sentimen kekhawatiran yang membuat indeks bergerak melemah. Namun, dorongan beli yang kuat, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip, berhasil membalikkan keadaan secara dramatis. Kenaikan ini membawa IHSG menembus ambang 8.000 poin, sebuah level krusial yang kerap menjadi indikator sentimen positif dan potensi penguatan lebih lanjut di pasar modal.

Di sisi pasar mata uang, stabilitas juga menjadi sorotan. Rupiah berhasil menguat tipis, meskipun dalam skala kecil, mencerminkan optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi domestik yang solid. Pergerakan Rupiah yang cenderung stabil di tengah dinamika pasar global menjadi sinyal positif bagi investor, menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia.
Untuk memahami lebih dalam dinamika pergerakan pasar keuangan Tanah Air di awal pekan yang penuh kejutan ini, Haluannews.id menghadirkan analisis mendalam. Dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Senin, 9 Februari 2026, Syarifah Rahma berdialog dengan FX Analyst Haluannews.id, Elvan Chandra Widyatama. Diskusi tersebut mengupas tuntas faktor-faktor pendorong rebound pasar, prospek pergerakan IHSG dan Rupiah ke depan, serta strategi yang bisa diambil investor dalam menghadapi volatilitas pasar.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar