Rebound Dahsyat! Industri Asuransi Jiwa Bangkit di Kuartal I-2025

Rebound Dahsyat! Industri Asuransi Jiwa Bangkit di Kuartal I-2025

Haluannews Ekonomi – Industri asuransi jiwa menunjukkan sinyal positif di awal tahun 2025. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan pendapatan premi yang signifikan, sekaligus penurunan klaim yang mencengangkan. Kinerja ini menjadi angin segar bagi sektor keuangan Tanah Air yang sempat terdampak pandemi.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data AAJI, pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2025 mencapai Rp 47,45 triliun, meningkat 3,2% secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan premi lanjutan yang mencapai Rp 20,94 triliun atau naik 8,2% yoy. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menjelaskan bahwa lonjakan premi lanjutan mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi jangka panjang. "Ini juga terlihat dari peningkatan jumlah tertanggung perorangan," tambahnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

Rebound Dahsyat! Industri Asuransi Jiwa Bangkit di Kuartal I-2025
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data menunjukkan, jumlah tertanggung perorangan hingga Maret 2025 mencapai 21,97 juta orang, naik 11,6% yoy. Sementara itu, tertanggung kumpulan juga meningkat signifikan menjadi 75,89 juta orang, atau naik 22,2% yoy. Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan indeks literasi dan inklusi asuransi yang masing-masing mencapai 45,45% dan 28,5%. Produk asuransi jiwa tradisional masih mendominasi pasar dengan kontribusi 65,2% atau Rp 30,95 triliun (naik 15,6%).

Di sisi lain, industri asuransi jiwa juga mencatat penurunan klaim. Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Karin Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa total klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp 38,16 triliun kepada 3,74 juta orang. Angka ini turun 11,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya klaim partial withdrawal dan surrender yang masing-masing mencapai Rp 3,72 triliun dan Rp 19,20 triliun. "Ini menunjukkan adanya kestabilan perilaku nasabah," jelas Karin.

Yang menarik, untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, klaim asuransi kesehatan juga mengalami penurunan sebesar 2,2%, menjadi Rp 5,83 triliun. Meskipun demikian, AAJI tetap memonitor perkembangan klaim kesehatan ke depan. Secara keseluruhan, kinerja positif industri asuransi jiwa di kuartal I-2025 memberikan optimisme bagi pertumbuhan sektor ini di masa mendatang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar