haluannews.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK akhirnya angkat bicara terkait gelombang pemutusan hubungan kerja PHK massal yang melanda PT Bank KB Indonesia Tbk BBKP atau yang dikenal sebagai KB Bank. Bank milik raksasa keuangan Korea Selatan Kookmin Bank ini menjadi sorotan setelah laporan pengurangan jumlah karyawan dan jaringan kantor cabangnya mencuat ke publik.

Related Post
Dian Ediana Rae Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menegaskan bahwa setiap langkah PHK yang dilakukan KB Bank harus melalui konsultasi mendalam dengan pihaknya. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam proses tersebut. Dian mengungkapkan bahwa ia menerima informasi KB Bank akan mengupayakan program pelatihan ulang dan relokasi bagi para pegawainya. OJK berharap tidak ada perselisihan antara karyawan dan manajemen bank.

"Dalam situasi seperti ini biasanya akan ada solusi yang saling menguntungkan antara pegawai dan bank," ujar Dian di Gedung DPR RI Rabu 17 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa kasus perselisihan dalam program rasionalisasi jarang terjadi sebab bank umumnya telah mengalokasikan dana khusus untuk kompensasi dan biaya terkait lainnya.
Lebih lanjut Dian menjelaskan bahwa KB Bank tengah berada dalam program transformasi besar-besaran. Perubahan strategis ini mencakup pergeseran fokus dari tenaga manusia ke pemanfaatan teknologi secara maksimal. Sebagai contoh penggunaan sistem IT terbaru diharapkan dapat meningkatkan responsivitas bank terutama dalam memenuhi permintaan kredit segmen UMKM. "Penanganan berbagai isu lain juga saya kira sudah berada di jalur yang benar," tambahnya.
Sebelumnya KB Bank memang mencatatkan penurunan signifikan pada jumlah karyawan dan kantor cabangnya. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 jumlah karyawan tetap dan tidak tetap KB Bank tercatat sebanyak 2.265 orang. Angka ini menyusut tajam sebanyak 662 orang dibandingkan 2.927 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyesuaian juga terlihat pada jaringan fisik bank. Kantor Cabang Pembantu KCP KB Bank berkurang 21 unit menjadi 120 unit per kuartal I-2026 dari 141 unit setahun sebelumnya. Namun di sisi lain jumlah kantor cabang bertambah 1 unit menjadi 29 unit pada Maret 2026. Sementara itu jumlah ATM mengalami pertumbuhan pesat menjadi 154 unit dari hanya 31 unit pada periode yang sama tahun lalu menunjukkan fokus pada layanan digital.
Di jajaran direksi Direktur Retail KB Bank Robby Mondong baru saja mengajukan pengunduran diri pada 3 Juni 2026. Keputusan ini diambil hanya delapan bulan setelah ia resmi menjabat direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa RUPSLB 6 Oktober 2025. Sebelumnya Robby menjabat sebagai Wakil Direktur Utama KB Bank sejak Juni 2021. Pada tanggal yang sama Direktur Kepatuhan & Risiko KB Bank Dodi Widjajanto yang menjabat sejak Desember 2022 juga memutuskan mundur.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menjelaskan bahwa optimalisasi tenaga kerja dan penyesuaian jaringan kantor cabang merupakan bagian integral dari transformasi berkelanjutan yang dijalankan perusahaan. Langkah ini bertujuan membangun organisasi yang lebih kuat adaptif dan berkelanjutan.
"Ini dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah dinamika industri perbankan serta meningkatnya adopsi layanan digital," kata Kunardy kepada haluannews.id Senin 8 Juni 2026.










Tinggalkan komentar